Mariah Carey Akui Alami Gangguan Jiwa Bipolar

Poster Konser Mariah Carey - IG Rajawali Indonesia
12 April 2018 19:05 WIB Nugroho Nurcahyo Hiburan Share :

Harianjogja.com, LOS ANGELES—Diva Pop Kelas Dunia Mariah Carey yang dijadwalkan menggelar tur ke Indonesia pada November mendatang,  baru saja mengakui dirinya seorang pengidap bipolar II. Ia didiagnosa kali pertama menderita gangguan kejiwaan itu pada 2001 dan hingga kini tengah berjuang terlepas darinya dengan terus mengonsumsi obat.

Pengakuan itu ia sampaikan pada Rabu (11/4/2018) saat sesi wawancara dengan majalah People. Kepada majalah itu, Carey mengatakan dia kali pertama didiagnosis saat ia dirawat di rumah sakit akibat gangguan emosional dan fisik karena tak suksesnya film yang ia bintangi, Glitter, pada 2001.

Dia mengaku mulanya tak bisa mempercayai hasil diagnosa tersebut. "Aku hidup dalam penyangkalan dan berusaha menutupi hal ini, dan terus-menerus takut seseorang akan mengekspos tentang hal ini," kata Carey kepada majalah yang mengulas seputar selebritas itu.

"Beban yang terlalu berat untuk kutanggung. Aku mencari dan menerima perawatan. Kupilih orang-orang positif di sekitarku dan aku bisa kembali melakukan apa yang kusukai - menulis lagu dan membuat musik."

Menjalani perawatan obat untuk gangguan bipolar II, yang ditandai dengan perubahan suasana hati antara depresi dan hiperaktif, bukan lantas membuatnya merasa mendingan. "Untuk waktu yang lama kupikir aku mengalami gangguan tidur yang parah," katanya.

"Tapi itu bukan insomnia normal. Percaya tidak, aku sampai menghitung domba biar bisa tidur. Aku bekerja dan bekerja dan bekerja ... Aku mudah marah dan selalu takut mengecewakan orang. "kata artis musik terlaris di dunia yang lagu hitsnya, We Belong Together terjual 200 juta rekaman itu.

Carey kemudian mulai move on setelah kondisi kejiwaan yang naik turun. Apalagi ia harus melewati masa sulit perceraiannya dengan komedian Nick Cannon, pria yang memberinya anak kembar. Lepas dari Nick Canon, ia sempat menjalani hubungan pernikahan singkat dengan pengusaha miliarder Australia James Packer pada 2016.

Mariah Carey, diva internasional yang pernah memenangi 5 Grammy Awards, 19 World Music Awards, 11 American Music Awards, dan 14 Billboard Music Awards ini mengatakan, demi terbebas dari efek bipolar dia minum obat yang menurutnya cukup bisa membuatnya tidak merasa terlalu lelah atau lesu sekalipun ia sedang sangat sibuk seperti ketika mengerjakan album baru.

"Aku sedang berada dalam kondisk yang sangat baik sekarang. Aku sedang merasa nyaman mendiskusikan perjuanganku dengan gangguan bipolar II. Aku berharap kita bisa sampai ke tempat di mana stigma itu terangkat dari orang-orang yang harus melewati suatu cobaan berat sendirian," katanya.

Wawancara Carey ditampilkan dalam majalah People edisi Jumat (13/4/2018).

Pengakuan Carey ini mirip dengan pengakuan aktris dan penyanyi dalam negeri Marshanda. Kendati bukan perbandingan setara dengan Carey untuk level selebritas, mantan istri Ben Kasyafani itu pada 2017 lalu juga terang-terangan mengaku punya kecenderungan gangguan kejiwaan bipolar sudah sejak 2009.

Marshanda yang namanya melejit berkat sinetron Bidadari itu mengatakan ada banyak macam gangguan bipolar. Dan setiap gangguan bipolar menuntut penanganan yang berbeda satu. Gangguan bipolar yang dialami Marshanda di fase awal, justru tidak tertangani dengan baik, sehingga mendorongnya berbuat hal-hal aneh yang merugikan citra dirinya sebagai aktris yang terkenal kalem dan santun.

 

Sumber : Reuters