Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Berdakwah lewat Teater

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Berdakwah lewat TeaterIlustrasi teater. - JIBI
20 Mei 2018 05:55 WIB Bhekti Suryani Hiburan Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, SLEMAN- Setelah sukses dengan pementasan Tiga Bayangan pada awal Maret 2018, Teater Eska UIN Sunan Kalijaga siap menggelar pementasan kembali dengan nuansa religius, yaitu tadarus puisi.

“Sesuai dengan prinsip yang dimiliki, Teater Eska membawa kesenian sebagai media dakwah. Dakwah Teater Eska melalui seni pertunjukkan dikemas secara kreatif dengan memunculkan segenap pertanyaan yang menggelisahkan untuk menjawab berbagai persoalan sosial yang sudah, sedang dan atau kemungkinan yang akan terjadi,” kata Pimpinan Produksi Teater Eska Lohy Wahbah, melalui rilis Jumat (18/5).

Tadarus puisi adalah pembacaan puisi yang dikemas dengan teknik teater dengan mengambil puisi sebagai bahan pokok yang diadaptasi menjadi naskah pementasan. Tadarus puisi menjadi kegiatan rutin tahunan dengan tujuan untuk menyemarakkan Ramadan dan salah satu cara mengapresiasi karya sastra berupa puisi, serta sebagai media refleksi diri, eksplorasi gagasan dan estetika dalam berkesenian.

Penghujung Kau dan Aku merupakan judul pementasan tadarus puisi Teater Eska UIN Sunan Kalijaga. Pementasan bertema Kasyf yang disutradarai oleh Habiburrachman dan Astrada Abdul Ghofur ini, bercerita tentang seseorang dalam perjalanan menuju insan kamil sekaligus mengenal Tuhan-nya,” papar dia.

Naskah adalah hasil adaptasi dari puisi-puisi Al Attahiyat dan dibaca menggunakan pemikiran Ibnu Arabi yang menjelaskan seperti apa seseorang yang tersingkap tabirnya dan bagaimana tahap-tahap menjadi seorang insan kamil.

“Dalam teorinya, manusia yang telah menjadi insan kamil mesti menjalani tiga tahap, yaitu Takhalli [sikap atau tindakan pembersihan diri], Tahalli [pengisian diri dengan hal-hal terpuji] dan Tajalli [menghias diri lebih dari ibadah], yang ketiganya jalan berbarengan,” jelas dia.

Tema ini dipilih untuk menjawab persoalan manusia yang kehidupannya sering terjebak pada fanatisme terhadap keyakinan partikularis atau perbedaan masing-masing baik agama maupun golongannya. Sementara insan kamil mampu melihat dan memberikan suatu pandangan mengenai pertautan universal dari sekian perbedaan atau keragaman identitas dan kebenaran.

Seperti pementasan teater pada umumya, tadarus puisi juga dikonsep dengan paduan koreografi, lampu, musik, tata panggung dan unsur lainnya. Walaupun begitu, tadarus puisi memberi atmosfer yang berbeda bagi para penikmat seni, mahasiswa dan masyarakat umum.

Pementasan akan digelar pada 21 Mei dan 26 Mei 2018 di Dusun Rejodani, Sariharjo, Ngaglik, Sleman serta di area parkir Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tanpa harus menggunakan tiket berbayar alias gratis. (*)

Ad Tokopedia