Film Jailangkung 2, Mencoba Peruntungan Kedua

Film Jailangkung 2, Mencoba Peruntungan KeduaPoster Jailangkung 2 - ist
21 Mei 2018 14:35 WIB Dika Irawan Hiburan Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JAKARTA—Ada adagium bahwa mempertahankan kesuksesan lebih susah ketimbang meraihnya. Film Jailangkung 2 yang bakal tayang pada Lebaran mendatang mencoba mendulang kesuksesan pendahulunya Jailangkung. Tayang pada momentum Lebaran 2017, Jailangkung sukses meraup 2,5 juta penonton. Meski tidak mudah, kini keberhasilan itu coba diulangi oleh sekuelnya tersebut. Berikut ini ulasannya.

Duo sutradara Jose Poernomo dan Rizal Mantovani kembali dipercaya meracik film berbujet Rp9 miliar ini. Selain duo sutradara itu, film Jailangkung 2 juga diisi oleh para aktor dan aktris yang terlibat pada film sebelumnya. Mereka adalah Amanda Rawles yang berperan sebagai Bella, Hannah Al Rasyid sebagai Angel, Gabriella Quinlyn sebagai Tasya, Rama sebagai Jefri Nicholl, dan Lukman Sardi sebagai Ferdi.

Istimewanya, film ini juga menghadirkan mendiang aktor senior Deddy Sutomo. Sayang, dalam film ini Jose merahasiakan peran Deddy. Dia hanya menyebut peran aktor itu cukup sentral.

Sutradara Jose Poernomo menuturkan cerita Jailangkung 2 kelanjutan dari Jailangkung edisi 2017. Kali ini penonton akan merasakan kembali teror jailangkung seperti pada film pertama. Saat hal-hal gaib yang berada di sekitar keluarga tersebut belum terpecahkan.

Tetapi pada awalnya, film ini tidak disematkan judul jailangkung. Mengingat antusiasme penonton yang cukup tinggi pada Jailangkung 2017, maka tim produksi memutuskan untuk kembali menggunakan nama Jailangkung. Tujuannya untuk memenuhi ekspektasi dan mengapresiasi para penonton film edisi sebelumnya.

Dibayangi kesuksesan Jailangkung 2017, Jose enggan ambil pusing. Dia tidak mematok target muluk. Setidaknya jika para penonton Jailangkung menonton kembali sekuelnya maka hal itu sudah cukup. Sebab, Jose percaya penonton film pertama biasanya akan kembali menonton film kedua.

Premis lainnya, Jose percaya film horor akan selalu diminati oleh penonton Indonesia. Secara budaya dan tradisi, masyarakat Indonesia hidup berdampingan dengan unsur-unsur mistis. Dari zaman nenek moyang hingga kini hal tersebut masih terjaga. Artinya, film horor akan memiliki tempat di hati para penonton Tanah Air.

Demi memuaskan dahaga para penonton, film ini juga menawarkan adegan ekstrim salah satunya di bawah lautan. Untuk mengambil gambar ini, syuting dilakukan di Pulau Bunaken, Manado, Sulawesi Utara.

Jose mengatakan, lokasi itu diambil karena memiliki kapal karam di bawah lautan. Dalam prosesnya bukan persoalan mudah syuting di lokasi tersebut. Dalam hal ini, tim sutradara harus mendidik terlebih dahulu Nicholl dan Amanda untuk mendapatkan sertifikasi menyelam. Sebab jika tidak dibekali pengetahuan itu, nyawa mereka dapat terancam. Setelah mereka mahir menyelam barulah syuting dijalankan.

Selain Manado, syuting berlangsung di beberapa titik di Jakarta dan Jawa Barat. Jose mengatakan, proses ini memakan waktu selama sebulan. Namun, dalam proses editing, akhirnya diputuskan untuk mengambil tambahan syuting selama sepekan di Jakarta untuk pematangan cerita.

Belajar dari pengalaman menggarap Jailangkung, kali ini Jose dan tim lebih menghemat bujet. Bila pada tahun sebelumnya, mereka menghabiskan bujet sekitar Rp10 miliar. Kini, film menghabiskan bujet sekitar Rp9 miliar. Strateginya berbagai pos yang dianggap boros ditekan. “Meski secara bujet lebih rendah tetapi secara kualitas tidak,” ujar Jose belum lama ini.

 

Cukup Sulit

Mengenai pemeran, tim sutradara hanya menerima daftar pemeran dari produser. Jose mengatakan, mencari pemeran film saat ini cukup sulit karena rata-rata mereka sudah memiliki kontrak dengan rumah produksi lain. Untungnya para pemeran di film ini memiliki waktu untuk terlibat kembali.

Dengan para pemeran muda, Jose mengatakan, film ini menargetkan para penonton remaja. Sebab di sana lah pangsa pasar terbesar penonton Tanah Air.

Pemeran Bella, aktris Amanda tertarik terlibat kembali dalam film horor ini karena memberi warna tersendiri dalam karier perfilmannya. Masalahnya selama ini, dia kerap bermain pada film-film bergenre drama romantis. Oleh sebab itu ketika ada tawaran berakting di film horor dia tidak sia-siakan.

“Kesempatan untuk menambah portofolioku juga. Aku ingin sesuatu yang baru dan pengalaman baru dalam akting,” ujarnya.

Urusan pendalaman karakter, Amanda harus berimajinasi mengenai mahluk halus yang menggagunya. Dia mesti menimbulkan kehororan dalam dirinya. Selain itu, dia juga tertantang karena harus menguasai teknik menyelam. “Sisi petualangannya lebih banyak lagi karena harus menyelam ke dasar laut. Lebih banyak konfliknya,” tuturnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Jefri Nichol. Dia mesti berlatih selama tiga hari di laut di kedalaman 40 meter. Meski baru pertama, Jefri tidak merasa kesulitan menjalani hal tersebut. Di sisi lain, diving ini memberinya pengalaman baru. “Asyik banget ternyata [syuting di bawah laut],” ujarnya.

 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Ad Tokopedia