Di Hari Lahir Pancasila, Slank Turun Gunung Serukan Perdamaian

Di Hari Lahir Pancasila, Slank Turun Gunung Serukan Perdamaian Para personil Slank naik andong di depan Hotel 101 Yogyakarta untuk memulai pawai menuju Kraton Kilen, Kamis (31/5/2018). - Harian Jogja/ Salsabila Annisa Azmi
31 Mei 2018 20:17 WIB Salsabila Annisa Azmi Hiburan Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA - Personil grup musik Slank telah tiba di Kota Jogja dan langsung berpawai menggunakan lima buah andong menuju Kraton Kilen untuk bertemu Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Saat menunggangi andong di Jalan Mangkubumi, para personil memberi bocoran tentang konser Pancasila Rumah Kita yang akan diselenggarakan di Grha Sabha UGM, Jumat (1/6/2015). Konser tersebut disebut sebagai aksi Turun Gunung Slank.

Sang drummer Slank, Bimbim yang kala itu mengenakan topi coklat muda dengan nada mantap menyatakan bahwa konser Slank esok hari merupakan usaha Slank 'turun gunung' untuk kembali meneriakkan perdamaian lewat lagu-lagu mereka.

"Besok kita mau konser di UGM dalam rangka 1 juni, hari lahirnya Pancasila. Sedih kemarin, gara-gara Surabaya diteror. Jadi memang Slank mesti turun gunung buat nyebarin  perdamaian dan persatuan. Besok kita membangkitkan semangat kebersamaan dan semangat perdamaian melalui lagu-lagu kami," kata Bimbim sebelum berangkat pawai menuju Kraton Kilen, Kamis (31/5/2018) sore.

Bimbim mengatakan pada saat konser besok, Slank akan membawakan lagu-lagu tentang Indonesia. Menurutnya, dengan lagu yang dibawakan akan mengingatkan orang-orang bahwa pancasila itu merupakan sesuatu yang cool, pancasila bukan barang usang. Maka sudah seharusnya masyarakat menggunakan cara pandang pancasila dalam berbangsa.

Senada dengan Bimbim, sang vokalis Slank, Kaka, mengatakan dengan lagu-lagu mereka yang bercerita tentang kehebatan pancasila dan Indonesia akan terus mengingatkan orang-orang tentang makna pancasila.

"Ya sama kayak pramugari mengingatkan safety di pesawat kan? Pancasila harus sering diremind. Supaya orang aware, kayak yang Bimbim bilang, cara berkehidupan yg paling tepat adalah Pancasila," ujar Kaka.

Tepat pada pukul 16.00 WIB personil grup musik Slank bersama sejumlah kru memulai pawai menggunakan lima andong. Pawai dimulai dari Hotel 101 Yogyakarta - Malioboro - Titik Nol Kilometer - Alun Alun Utara dan berakhir di Kraton Kilen. Selanjutnya para personil dan kru berbuka puasa bersama Sri Sultan Hamengkubuwono X. Sayangnya, acara buka bersama tertutup untuk masyarakat dan media.

Ad Tokopedia