Menitikkan Air Mata, Musisi Jazz Mancanegara Kagum dengan Pesona Candi Prambanan

Menitikkan Air Mata, Musisi Jazz Mancanegara Kagum dengan Pesona Candi PrambananPenampilan Boyzone, grup vokal asal Irlandia yang populer di era 1990an, menyapa dan menghibur para penggemarnya di panggung Prambanan Jazz 2018 yang digelar di Candi Prambanan, Minggu (19/8/2019). - Harian Jogja/Holy Kartika N.S
22 Agustus 2018 12:50 WIB Newswire Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Event Prambanan Jazz Festival 2018 menuai apresiasi dari musisi mancanegara.

Prambanan Jazz Festival 2018 usai sudah dihelat. Pujian dan apresiasi disampaikan para musisi yang hadir karena mendapatkan kesempatan untuk tampil di depan Candi Prambanan yang memiliki pemandangan indah dan nuansa istimewa.

Diana Krall misalnya, ia mengaku kagum ketika datang ke tanah Jogja melihat pemandangan yang begitu istimewa. Pertama kali main di tempat seperti ini, Diana Krall dibuat jatuh hati.

"Belum lama aku berada di sini. Tapi aku sudah dapat hari yang menyenangkan. Terima kasih. Kutemani kalian bernyanyi saja ya. Kita baru mulai tapi aku sudah mulai menitikkan air mata," jelas Diana di atas Panggung Roro Jonggrang Taman Wisata Candi Prambanan.

Begitupun dengan Boyzone yang memuji tempat Candi Prambanan yang begitu indah. Setelah Diana dan Boyzone, promotor acara Anas Syahrul Alimi sebagai CEO Rajawali Indonesia Communication ingin menyajikan bintang tamu spesial dalam Prambanan Jazz Festival 2019.

“Jadi tadi Diana juga berterima kasih sekali diundang ke sini dengan tempat yang luar biasa dan mereka mengatakan ini world class team. Alhamdulillah musisi luar dan lokal sangat puas dan mengapresiasi,” ucap Anas Syahrul Alimi.

Hingga saat ini, bintang dunia yang dilirik adalah Norah Jones. Baginya Anas, Norah Jones bisa menarik perhatian kaum milenial lewat musik Jazz yang disajikan.

"Norah Jones saya rasa Queen of Jazz juga ya, dan lebih milenial dibandingin Diana Krall. Dia 2000-an awal. Apalagi terutama karena Norah belum pernah ke Indonesia," ucap Anas.

Sebetulnya tahun ini Rajawali Indonesia Communication telah mencoba untuk mendatangkan Norah Jones ke Indonesia. Namun sayang jadwal Norah Jones telah padat sehingga harus menunggu hingga tahun depan.

"Sebenarnya kemarin sudah berkomunikasi sama Norah Jones, offering dua antara Diana Krall sama Norah. Norah enggak bisa menyesuaikan jadwal kita. Komunikasi sudah direct. Tahun depan belum pasti mesti diulang lagi komunikasinya,” sambung Anas.

Tertib Royalti

Selain itu, Prambanan Jazz juga menghormati soal royalti. Pencipta lagu dari musik yang dimainkan di Prambanan Jazz telah dibayar royaltinya. Bekerja sama dengan Wahana Musik Indonesia (WAMI), Rajawali Indonesia Communication membayar royalti agar pencipta lagu mendapatkan haknya.

Di tahun 2018 WAMI memberikan apresiasi yang sangat besar kepada pihak Rajawali Indonesia Communication atas partisipasi dan dukungannya dalam penegakan Hak Cipta sebagai pengguna kategori konser musik (live event). Pihak Rajawali Indonesia Communication secara rutin telah mengurus lisensi pengumuman musik untuk beberapa kegiatan konser music diantaranya, Prambanan Jazz 2016, 2017 dan 2018, HITMAN (David Foster & Friends) dan lainnya, serta acara-acara yang telah dan akan dijadwalkan kemudian," jelas Budi Yuniawan selaku Operational Manager WAMI.

Bagi Anas persoalan royalti adalah masalah yang paling penting dalam industri musik Tanah Air. Maka dari itu, ia juga turut memberikan edukasi kepada penyelenggara musik agar bisa memberikan hak kepada pencipta lagu dalam setiap event yang dihelat.

"Terlepas dari kesadaran kami ini, memang masih ada silang singkarut persoalan hak cipta. Namun tentu saja kami akan selalu support Wami, supaya hak-hak para pencipta lagu itu bisa dipenuhi, " ungkap Anas.

Sumber : Okezone