Beda Pandangan Politik, Taylor Swift Mulai Dibenci Trump

Beda Pandangan Politik, Taylor Swift Mulai Dibenci TrumpTaylor Swift membawakan lagu I Did Something Bad saat pembukaan acara American Music Awards 2018. - REUTERS/Mario Anzuoni
11 Oktober 2018 00:41 WIB Gloria Fransisca Katharina Lawi Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku tingkat ketertarikannya pada musik karya Taylor Swift berkurang 25% setelah artis itu mengumumkan keberpihakan kepada Partai Demokrat.

Donald Trump mengatakan Taylor Swift tidak mengenal dengan baik tokoh Partai Republik dari negara bagian Tennessee, yaitu Marsha Blackburn. Oleh sebab itu dia memilih mendukung dua calon lain dari Partai Demokrat.

"Marsha Blackburn bekerja sangat baik di Tennessee. Dia memimpin dengan sangat baik, yang memang dia mampu. Dia luar biasa. Saya yakin Taylor Swift tidak mengetahui apapun soal dia," kata Trump seperti yang dilansir dari The Guardian, Selasa (9/10/2018).

Trump pun menyebut, rasa suka dia atas musik-musik Taylor Swift mulai menurun 25% dari sebelumnya.

Sebelumnya, pelantun lagu "Blank Space" (2014) itu mengaku pada unggahan di akun Instagram miliknya bahwa selama ini dia menghindari komentar politik. Namun atas perubahan yang terjadi pada dirinya dalam dua tahun terakhir mendorong Taylor bersuara.

Penyanyi asal Tennessee itu mengkritik Marsha Blackburn, kandidat Partai Republik. Dia mengaku akan memilih kandidat yang mau melindungi dan berjuang untuk hak asasi manusia.

"Saya percaya kita semua layak mendapatkan itu di negeri ini," ujar Taylor melalui akun instagramnya.

Taylor menegaskan dia percaya pada wakil rakyat yang mau memperjuangkan hak-hak kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Dia juga menegaskan ikut melawan bentuk diskriminasi apapun terhadap orientasi seksual dan gender.

"Saya percaya sistem rasisme ini masih ada di negara ini yang melihat orang kulit berwarna itu lebih rendah," tuturnya.

Taylor yang memiliki lebih dari 112 juta pengikut (followers) ini menegaskan tidak memberi suara politik untuk seseorang yang tidak mau memberikan kebaikan bagi seluruh elemen masyarakat Amerika Serikat. 

Unggahan Swift mendapat lebih dari 1,8 juta tanda suka sejak diunggah pada Minggu, (7/10/2018). Beberapa yang menyukai unggahan tersebut, di antaranya model Chrissy Teigen, penyanyi Katy Perry, dan aktris Reese Witherspoon. 

Sebagai informasi, Tennessee merupakan negara bagian yang menjadi basis Partai Republik. Pendapat Taylor Swift berpeluang mengubah pilihan masyarakat Tennessee terhadap kandidat pemilu paruh waktu pada 6 November mendatang.

Meskipun begitu, endorsment selebritis tidak menjadi jaminan. Pada 2016 misalnya, Hillary Clinton didukung oleh Jay-Z dan Beyoncé in Ohio, oleh Bruce Springsteen di Pennsylvania, dan Jennifer Lopez di Florida. Kini ketiganya telah beralih menjadi pendukung Trump.

Sumber : Bisnis.com