KONSER MARIAH CAREY: Mimi Tampil Melebihi Ekspektasi

KONSER MARIAH CAREY: Mimi Tampil Melebihi EkspektasiKonser Mariah Carey di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (6/11/2018) malam. - Ist/Rajawali Indonesia
07 November 2018 07:25 WIB Salsabila Annisa Azmi Hiburan Share :

Harianjogja.com, MAGELANG—Penampilan Mariah Carey dalam konser berdurasi dua jam di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (6/11/2018) malam, melebihi ekspektasi ribuan pengagumnya. Berikut laporan wartawan Harianjogja.com Salsabila Annisa Azmi.

Sorot ribuan pasang mata tertuju ke panggung dengan pemandangan Candi Borobudur. Penonton berjinjit sambil berteriak tak sabar. Denting piano mengalun lembut nada per nada. Intonasi sorak sorai meninggi ketika Mariah Carey muncul di panggung, mandi cahaya lampu tembak berwarna-warni.

Muncul dengan gaun hitam gemerlap, Mariah Carey tampak bersinar seperti bintang malam.

“Mimi! Mimi! Mimi!” teriak orang-orang.

Mimi adalah panggilan karib Mariah Carey. Sambil melangkah anggun, peraih lima Grammy Awards itu menyanyikan lagu pertamanya, Fly Away dari album Butterfly (1997) dengan teknik crescendo yang memukau dan membuat bisu penonton.

“Indonesia, terima kasih. Untuk membuat suasana menjadi lebih menyenangkan, saatnya membuat intermeso,” kata Mariah sambil mengedarkan pandang ke seluruh penonton.

Dua penari latar menghampiri ibu dua anak itu sambil membawa kuas rias dan mulai memoles wajah Mariah sembari menyisir rambut pirang panjangnya. Alunan musik menggema. Mariah kembali menggenggam mikrofon dan menyanyikan Honey, lagu dari album yang sama, dengan suara lembut.

Tanpa basa-basi, lagu itu disambung dengan Shake It Off (1991) yang menonjolkan karakteristik suara penuh vibrasi berpadu dengan intensitas tinggi ketukan drum. Para penari latar berjas merah meliuk-liuk di sekitarnya.

“Lihat! Lantai di sini agak basah, sepertinya akan turun hujan lagi. Tetapi saya tetap menyukainya,” kata Mariah sambil berjalan ke tepi panggung dan bergoyang pelan diiringi intro instrumen lagunya yang berjudul Make It Happen (1991) yang dikemas medley.

Interaksi Mariah dengan penonton semakin intens sebelum memulai lagu selanjutnya.

“Ini lagu yang cukup lawas, tetapi tidak apa-apa, saya akan menyanyikannya untuk kalian.”

Mariah berkeliling dari ujung panggung kanan ke kiri, membiarkan penonton bernyanyi saat intro lagu Always Be My Baby (1995) mulai memanjakan telinga.

Seluruh penonton tak menyia-nyiakan kesempatan yang berkali-kali diberikan Mariah saat dia mengambil jeda di tengah lagu dan membiarkan gemuruh suara penonton menyanyikan lagu hits ini.

Terima Kasih Indonesia

Penonton semakin takjub dengan lengkingan nada tinggi suara sang diva yang sangat stabil pada refrain lagu Love Takes Time (1990) dan Emotions (1991). Biduan peraih 21 penghargaan World Music Awards itu menanggapi sorak takjub di akhir lagu.

“Terima kasih, Indonesia. Wah, saya semakin terbiasa dengan kalimat ini sepertinya. Senang sekali semua masih mengingat lagu itu. I love you, guys.”

Mariah pamit ke backstage dan muncul kembali dengan gaun panjang berbahan brokat dengan kilauan swarovski di seluruh gaunnya. Belum sampai ke tengah panggung, suara merdu Mariah langsung menghiasi instrumen lagu Beautiful. Lagu yang dirilis pada 2013 itu dibawakan dengan penuh improvisasi nada tinggi yang dikemas dalam teknik staccato memukau.

Setelah terbius halusnya suara Mariah dalam The Distance, suara ribuan penonton pecah saat Mariah menyanyikan One Sweet Day. Seakan ingin memeluk orang-orang yang menatapnya, Mariah merentangkan tangan. Kerumunan bersorak menyanyikan refrain lagu sambil melambaikan tangan mereka ke udara. Di akhir lagu, Mariah mengusap pipinya yang berkeringat.

“Wow, suasana sangat berenergi. Aku tidak akan membuat kalian menunggu, guys, ini adalah lagu yang aku suka,” kata dia.

Dihujani cahaya merah bak Matahari senja, Mariah langsung mengawal intro My All. Irama lagu yang pelan dan suara lembutnya membuat penonton terhanyut. Lagu diakhiri dengan meredupnya lampu dan menyisakan kebisuan.

Belum selesai penonton bersedu sedan karena lirik lagu itu, Mariah kembali mundur ke backstage dan muncul dengan gaun emas berkerlap-kerlip bak berlian. Rentetan lagu dengan intensitas beat yang tinggi langsung dibawakannya secara berurutan: Its Like That, Don’t Forget about Us, Love Hangover, dan We Belong Together.

“Terima kasih semuanya, terima kasih para penari latar, para penata musik, malam ini menyenangkan buat kami. Penampilan malam ini sungguh membuat saya terkesan,” kata Mariah diiringi medley racikan pemusiknya sambil berjalan ke belakang panggung.

We want more! One more show!” teriak ribuan penonton saat lampu panggung dipadamkan sementara.

Seperti peri yang mengabulkan permintaan, Mariah muncul dari kepulan asap putih, berbusana keemasan yang berkilau bak kristal. Diiringi dentingan dawai piano, Mariah melantunkan larik pertama lagu Hero (1993) yang mengantarkannya memenangi Grammy Awards. Ribuan penonton turut bernyanyi dengan suara terkeras mereka sampai akhirnya Mariah menutup penampilannya dengan lagu legendaris itu.
“Terima kasih, semuanya!” kata Mariah sambil melambai-lambaikan tangan, memutar tubuhnya ke kanan dan ke kiri menatap seluruh penonton.

Di balik megahnya penampilan Mariah Carey, CEO Rajawali Indonesia Anas Syahrul Alimi sempat waswas karena beberapa jam sebelum konser dimulai, hujan turun cukup deras di Candi Borobudur.

“Kami berkomunikasi dengan Mariah Carey, khawatir dia tidak mau tampil [kalau hujan]. Ternyata dia bilang, meskipun hujan, show must go on”  kata Anas seusai konser bertajuk Himbara Borobudur Symphony Mariah Carey Live In Concert itu.

Namun, jika hujan turun, Mariah memberikan syarat.

“Dia minta tenda tratak, enggak mau tenda kerucut karena akan menghalangi view Borobudur,” kata Anas.

Mariah sempat bertanya, apakah penonton akan mempermasalahkan hujan. Anas berkata tidak masalah. Mariah pun setuju tetap tampil. “Untungnya tidak hujan, semua berjalan lancar,” ucap Anas.