Reality Show Terbaru, Lahir di Alam Liar

Reality Show Terbaru, Lahir di Alam LiarVariety Show, Born in The Wild (Dailymail)
14 Januari 2015 11:40 WIB Mediani Dyah Natalia Hiburan Share :

Reality show terbaru dari Lifetime kali ini menghadirkan pengalaman lahir di alam liar.

Harianjogja.com, JOGJA-Lifetime, saluran televisi kabel dan satelit di Amerika Serikat merilis variety show terbaru yang menjadi kontroversi, Born in the Wild [Lahir di Alam Liar].

Di Indonesia, pasangan selebritis Anang-Ashanty sempat 'disemprit' KPI lantaran menyiarkan persalinan anak pertama mereka. Adapun Lifetime justru menyuguhkan pengalaman perempuan-perempuan pemberani untuk melahirkan di alam liar.

Dalam acara ini, ada sekelompok perempuan yang meninggalkan cara melahirkan lama, yakni di rumah sakit maupun di rumah. Mereka memilih melahirkan di alam liar, bahkan jauh dari fasilitas kesehatan.

Cuplikan program ini dimulai dari pengalaman dua ibu yang ingin merasakan melahirkan secara alami. Ada yang ingin melahirkan di tengah hutan, ada pula sembari kemah di pedalaman Alaska.

Audrey Bird, 25, ibu tiga anak ini memilih jalan ini lantaran saat melahirkan pertamakali merasa tidak dihormati.

"Aku bilang, aku tidak ingin IV lines, aku ingin bergerak, dapat berjalan. Aku tidak ingin terjebak di tempat tidur atau diikat," jelasnya seperti dikutip dari Dailymail.com, Senin (12/1/2015).

Perawat saat itu, kata dia, menentang keinginan Audrey. Kemudian mereka memperlakukan Audrey tanpa rasa hormat. Menurut Audrey penanganan seperti ini membuatnya merasakan ketakutan yang tak perlu terjadi.

Suami Audrey, Peter memberikan dukungan penuh istrinya melahirkan secara alami. Audrey merupakan bidan terlatih dan telah melatih suaminya untuk melakukan pertolongan melahirkan. Alhasil Audrey pun melahirkan anak kedua di rumah tanpa bantuan satu pun dokter ataupun perawat. Hanya suaminya yang mendampingi dan membantu.

Audrey mengatakan melahirkan di alam liar tanpa ruang steril tidak membuatnya takut. Karena dia percaya pada tubuhnya, suami dan pelatihan yang telah diberikannya kepada suami. Dengan persiapan ini, ia yakin proses kelahiran akan berjalan tanpa komplikasi.

Produser Lifetime sebenarnya meminta Audrey untuk didampingi tenaga kesehatan profesional dan peralatan kesehatan untuk keadaan darurat, tetapi Audrey menolak. Namun bagaimana pun juga, tim kesehatan tetap tersedia. Hanya, tim tersebut berada 30 menit dari lokasi melahirkan. Mereka dipersiapkan untuk melakukan tindakan medis jika terjadi keadaan darurat.

"Aku telah membantu banyak persalinan, menghadapi berbagai komplikasi. Kami telah mempersiapkan segalanya, kami tidak mengantisipasi apapun jika terjadi sesuatu yang tidak dapat kami tangani," tambahnya.

VP Lifetime Senior, Eli Lehrer kepada Entertainment Weekly mengatakan seluruh pihak yang bekerja untuk program itu harus melakukan antisipasi untuk memastikan ibu dan bayi selamat saat proses rekaman.

"Kehadiran kami di acara ini justru membuat lebih aman bagi keduanya, daripada mereka melakukan sendiri," tambahnya.

Kendati demikian, pro-kontra terus saja terjadi. Pakar justru mengkhawatirkan jika ibu-ibu ini akan terinspirasi melahirkan tanpa bantuan maupun dukungan tenaga kesehatan maupun tim produksi profesional. Sebab acara itu akan mendorong ibu-ibu melahirkan tanpa bantuan dokter atau bidan. Sementara kesehatan ibu saat hamil dan melahirkan berbeda-beda.

"Aku mengerti setiap orang percaya melahirkan adalah proses alami tetapi hal itu dapat membawa bencana besar karena dapat mengakibatkan nyawa melayang," terang ahli kandungan Ron Jaekle kepada Entertainment Weekly.