BAND INDIE JOGJA : Wangi Hujan, Sederhana Tapi Bukan Duo Biasa

BAND INDIE JOGJA : Wangi Hujan, Sederhana Tapi Bukan Duo BiasaDuo asal Jogja, Wangi Hujan saat tampil di acara Something New 3: Dia-Lo-Gue yang digelar di Legend Cafe, Rabu (25/2/2015) malam. (JIBI/Harian Jogja - Arief Junianto)
06 Maret 2015 13:40 WIB Arief Junianto Hiburan Share :

Band indie Jogja kembali diramaikan dengan munculnya Wangi Hujan.

Harianjogja.com, JOGJA-Format yang tak biasa, musik yang unik didukung dengan nama duo yang terdengar asing di telinga membuat keduanya dengan mudah dikenali para pecinta musik Yogyakarta. Tak heran, tak lebih dari lima bulan saja, nama mereka sudah menjadi bahan pembicaraan di kalangan pengguna media sosial online.

Wangi Hujan. Nama yang sangat Indonesia sekali ini sepertinya jarang dipakai oleh grup band Indonesia beberapa waktu terakhir. Nama yang terdengar sangat puitis itu ternyata mampu menjadi hoki tersendiri bagi kedua personelnya, Erwin Zubiyan (vokal, gitar, keyboard) dan Luise Najib (vokal).

Sejak berdiri setahun lalu, Wangi Hujan memang menawarkan konsep musik yang berbeda. Format duo dengan musikalitas yang tinggi membuat grup ini dipandang sebagai duo berkualitas festival. Suara Luise Najib dengan karakter gabungan antara RnB dan blues dengan kuantitas referensi musik klasik yang tinggi ditambah permainan instrumen Erwin Zubiyan yang nyaris sempurna membuat musik Wangi Hujan kian terdengar berbeda,

Sebelum bergabung bersama Wangi Hujan, Luise Najib yang memulai karirnya sebagai salah satu vokalis band indie Yogyakarta The Candenza selanjutnya lebih dikenal sebagai solois. Namanya mulai dikenal sebagai salah satu dari Top 12 The Voice Indonesia 2013. Namanya pun kian terkenal ketika bekerja sama dengan Rieka Roeslan menyanyikan ulang lagu 'Cobalah Untuk Setia' yang pernah dipopulerkan oleh Krisdayanti.

"Lalu pas setahun lalu, saya bertemu Erwin [Erwin Zubiyan] di sebuah kafe Yogyakarta. Kami pun sepakat untuk membikin proyek musik. Terbentuklah duo ini sampai sekarang," ucap dokter gigi jebolan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, Minggu (1/3/2015).