Advertisement
Kunto Aji dan Ruth Sahanaya Bawa Syahdu Penonton di UGM Jazz
Ruth Sahanaya tampil dalam UGM Jazz Economic Jazz 2018 di Grand Pasific Hall, Sabtu (3/11/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN - Gelaran konser UGM Jazz Economics Jazz Live Part XXIV Production 2018 pada Sabtu (3/11/2018) dibuka dengan penampilan memukau Kunto Aji yang membius penonton dalam kesyahduan lagunya yang berjudul Sulung.
Berawal dari kegelapan panggung Grand Pasific Hall, suara lembutnya mengalun perlahan mengawali intro lagu seiring dengan nyala cahaya putih menerangi panggung.
Advertisement
Kunto Aji, penyanyi kenamaan asal Kota Jogja fokus membawakan lagu Sulung menghanyutkan para penonton dengan instrumen yang halus. Tanpa basa-basi, penampilan langsung disambung dengan lagu dari album terbarunya Mantra-Mantra (2018) selain Sulung, yaitu Pilu Membiru dan Topik Semalam. Dua lagu dibawakan dengan instrumen menggebu saat reff dipadu dengan lengkingan suara merdu Kunto Aji.
"Senang sekali saya bisa tampil di sini. Terima kasih penonton, terima kasih teman-teman UGM sudah undang saya. Saya memulai karir dari Jogja, rumah saya di Sleman, Denggung. Wajah saya ndeso, tetapi semoga rezeki saya kota, selanjutnya saya akan bawakan lagu yang bawa saya menembus industri musik tanah air," seloroh Kunto Aji seusai membawakan beberapa lagu dari Album Mantra-Mantra.
BACA JUGA
Instrumen petikan gitar yang indah mengawali intro lagu Terlalu Lama Sendiri dari album Generation Y (2015). Begitu penonton bersorak, suara merdu Kunto Aji langsung pecah. Lagu yang memakan waktu tiga tahun bagi Kunto Aji untuk meramunya ini ternyata mampu membuat ratusan penonton turut ikut bernyanyi, terutama pada bagian 'sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama asyik dengan duniaku sendiri'.
Kunto Aji menutup penampilannya dengan beberapa lagu pamungkas dari album Mantra-Mantra yaitu syahdunya Rehat dan berapi-apinya lagu Konon Katanya dengan instrumen drum yang intens. "Terima kasih UGM Jazz," kata Kunto Aji sebelum meninggalkan panggung.
Tak tanggung-tanggung, diva kenamaan Indonesia, Ruth Sahanaya juga turut memeriahkan konser UGM Jazz dengan lagu-lagu hitsnya, Seputih Kasih dan Masa Kecil. Dihujani dengan cahaya putih biru dengan kerlip-kerlip lampu kecil bak bintang, lagu-lagu medley racikan diva yang melejit ketika tahun 1990 an ini turut menghiasi suasana panggung mulai dari instrumen yang menciptakan alunan musik lembut hingga ngebeat. Membuat penonton bergoyang di kursi masing-masing.
Medley langsung disambung dengan kehadiran Candra Darusman yang berduet dengan anggun dan elegan bersama Ruth dalam lagu ciptaan Utha Likumahuwa, Esok Kan Masih Ada. Setelah duet selesai, Candra menguasai panggung dengan lagu-lagu hitsnya yaitu Perangai Diri, Dunia di Batas Senja, Kau dan Its Amazing dibawakan secara berturut-turut.
Antusiasme penonton karena alunan medley dengan suara Ruth yang merdu tak dibiarkan surut. Ruth turut membawakan sekumpulan lagu-lagu yang mempertahankan dia menjadi diva Indonesia yaitu Andaikan Kau Datang (2002) dan Keliru (2002).
Gelaran konser UGM Jazz ditutup dengan penampilan keyboardist jazz kelas dunia, Bob James dengan trionya. Kolaborasi pemilik nama asli Robert McElhiney James dengan instrumen drum dari Ron Otis dan petikan bass Michael Palazzolo mampu membius ratusan penonton menghayati lagu-lagu klasik jazz mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mengenal Jenis Latto-Latto, Ada yang Bisa Menyala hingga Berukuran Jumbo
- Perusahaan Ini Bikin Kostum Serigala yang Mirip Aslinya, Terjual Seharga Rp350 Juta
- Hanya Kover 10 Persen, Warganet Soroti Asuransi Indra Bekti
- Foo Fighters akan Comeback Meski Tanpa Sang Drummer
- Jadi Sorotan Warganet, Inilah Profil Aldila Jelita, Istri Indra Bekti
Advertisement
Advertisement








