Konser Musik Klasik tentang Cinta Terlarang dan Pesan Perdamaian Bakal Digelar di TBY

 Konser Musik Klasik tentang Cinta Terlarang dan Pesan Perdamaian Bakal Digelar di TBYKonduktor Utama Konser Budi Utomo Prabowo (tengah) saat memberikan keterangan pers di Gedung IONS Kota Jogja, Jumat (23/11/2018). - Harian jogja/Sunartono
23 November 2018 21:50 WIB Sunartono Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Sebuah gala concert puisi simfoni musik klasik akan digelar di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada Selasa (27/11/2018) malam. Konser yang dihelat mahasiswa Orchestra ISI Yogyakarta ini mengangkat pesan perdamaian melalui tajuk Tiga Kisah Cinta Terlarang.

Konduktor Utama Konser Budi Utomo Prabowo menjelaskan, tema tentang kisah cinta sengaja diangkat karena tidak lekang oleh zaman dan sangat universal. Selain itu terpenting dalam cerita itu akan menyampaikan pesan perdamaian.

"Karena dengan cinta maka damai akan tercipta, kita semua bisa lihat kan situasi sekarang seperti apa. Pesan damai itu ingin kami sampaikan," katanya, Jumat (23/11/2018).

Pria yang akrab disapa Tomi ini mengatakan, pementasan musik klasik itu akan melibatkan empat komponis dengan dua reportoar. Pagelaran itu diharapkan memberikan hiburan sekaligus pembelajaran bagi masyarakat terutama pada jenis simfonik yang jarang dieksplore. Tiga kisah cinta terlarang yang dipentaskan mengambil tiga karya yang bercerita tentang Pelleas dan Melisande, Samiraminde dan Romeo Juliet.

"Publik Jogja biar mengetahui mahasiswa musik ini kalau tampil seperti apa. Karena banyak yang ketika akan menikmati musik klasik justru berangkat ke Jakarta," katanya.

Pembimbing Konser Tatiana Esti Astuti mengatakan pihaknya mendukung sepenuhnya konser tersebut dengan menggandeng banyak pihak sebagai sponsor. Kegiatan itu sengaja digelar di TBY, karena bagi para seniman TBY merupakan jendela di Jogja untuk bisa memandang ke arah luar.

Ia meyakini konser itu bisa berjalan lancar dan para pemain sepenuhnya sudah siap. Ia sepakat para pemuda harus diarahkan berkegiatan positif sekaligus diberikan wadah. Pesan cinta akan menghasilkan perdamaian dinilai sangat relevan untuk kondisi saat ini.

"Dari TBY sebagai jendela ini aroma seni budaya Jogja memancar ke lingkungan yang semakin luas bahkan sampai ke mancanegara," katanya.

Manajer Konser Fajar mengatakan musik klasik seringkali memiliki kesan hanya bisa dinikmati kalangan menengah ke atas. Dalam kegiatan seni itu pihaknya ingin membuktikan bahwa masyatakat menengah ke bawah juga bisa menikmati musik klasik secara langsung.

"Selama ini kami para musisi selalu perginya ke Jakarta, Jogja yang dikatakan gudangnya seniman belum pernah mengadakan konser dengan tema musik klasik. Bagi kami ini gebrakan baru untuk memperkenalkan musik klasik kepada masyarakat," ucapnya.