Advertisement

Dagelan Mataram TBY Pentaskan Cebong Kampret Punya Gawe

Rahmat Jiwandono
Sabtu, 24 November 2018 - 17:17 WIB
Nina Atmasari
Dagelan Mataram TBY Pentaskan Cebong Kampret Punya Gawe Mbah Waluyo berperan sebavai Pak Cebong sang juragan batik dan Suhin sebagai istrinya tampil dalam acara Dagelan Mataram Milenial dengan judul Cebong Kampret Punya Gawe. - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA - Dagelan Mataram Milenial yang digelar di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada Jumat malam (23/11/2018) dengan judul Cebong Kampret Punya Gawe. Acara ini dikemas dengan tema kontemporer agar para penonton dari kalangan milenial tertarik menonton.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan dan Pengembangan TBY, Ciptorini mengatakan acara Dagelan Mataram digelar sekali dalam satu tahun. Acara Dagelan Mataram melibatkan para pelawak dari seluruh Jogja.

"Acara ini sebagai wadah untuk menyatukan para pelawak di Jogja baik yang sudah dikenal publik atau belum," kata dia.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Lebih lanjut dia menyatakan beberapa seniman pelawak di Jogja yang belum mendapat kesempatan untuk bisa tampil. Dari situlah TBY bermaksud memfasilitasi mereka dalam acara Dagelan Mataram Milenial.

Dagelan Mataram Milenial kali ini menceritakan kedua orang tua Cebong dan Kampret akan menjodohkan anak mereka. Anak Pak Cebong yang perempuan setelah diberitahu oleh orang tuanya akan dijodohkan namun anaknya bilang sudah punya pacar. Ternyata pacarnya adalah anak Pak Kampret. Sutradara pagelaran Dagelan Mataram Milenial Cebong Kampret Punya Gawe ialah Gito Gilang serta Toelis Semero.

Pelawak Yati Pesek yang hadir sebagai narasumber memberikan sambutan. Dalam sambutannya dia mengatakan Dagelan Mataram tidak hanya di kota saja. Awal mulanya Dagelan Mataram mempunyai kelompok sendiri-sendiri.

"Dagelan Mataram ada di Jogja, Sleman, Bantul, Gunung Kidul, dan Kulon Progo. Acara malam ini adalah cara menyatukan mereka dengan menampilkan satu cerita yang dimainkan bersama-sama," ujar Yati.

Yati Pesek berpesan bahwa Dagelan Mataram adalah dagelan asli Jogja. Dia ingin masyarakat melestarikan budaya Dagelan Mataram. Dagelan Mataram kali ini tidak seperti almarhum Basiyo.

Turut pula pelawak senior asli Jogja yang sudah cukup dikenal publik. Mereka adalah Umar priyono, Yu Beruk, Srundeng, Sugeng Iwak Bandeng, Wisben Antoro, dan Aldo Iwak Kebo.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah Dilantik, Ini Harapan Bupati Gunungkidul

Gunungkidul
| Rabu, 05 Oktober 2022, 05:27 WIB

Advertisement

alt

Rekomendasi Film Horor dan Zombie ala Korea, Bisa Ditonton di Netflix

Hiburan
| Selasa, 04 Oktober 2022, 21:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement