Unik, Sendratari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo Libatkan Wisatawan dan Warga

Unik, Sendratari Sugriwa Subali di Gua Kiskendo Libatkan Wisatawan dan Warga Salah satu fragmen dalam sendrari Sugriwa Subali, di Goa Kiskendo, Sabtu (24/11/2018). Dirut BOB Indah Juanita bersama Kepala Dispar Kulonprogo Niken Probo Laras turut unjuk kemampuan di dalamnya, berperan sebagai pendamping tokoh Dewi Tara. - Harian Jogja/Uli Febriarni
24 November 2018 22:52 WIB Uli Febriarni Hiburan Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo bekerja sama dengan sejumlah pihak, menyuguhkan sendratari Sugriwa Subali yang interaktif dengan wisatawan, di kompleks objek wisata Goa Kiskendo,  Girimulyo, Kulonprogo, Sabtu (24/11/2018).

Kepala Dispar Kulonprogo, Niken Probo Laras menjelaskan, biasanya pentas budaya yang digelar di objek wisata hanya ditampilkan dalam bentuk biasa sesuai pakem.

Namun kali ini, sendratari yang ditampilkan dengan komunikatif bersama wisatawan dan sejumlah warga Kulonprogo yang datang di lokasi kegiatan, diklaim sebagai wujud konsep atraksi budaya yang berbeda dan tetap berbasis budaya.

Ia berharap, langkah besar ini tak hanya berhenti pada sendratari yang usai dalam sehari penyelenggaraan, namun tetap dilanjutkan oleh karang taruna desa setempat.

"Wisata ini bisa menjadi paket dalam bentuk 'kalender of event' bagi wisata Goa Kiskendo," kata dia, seusai tampil dalam sendratari, Sabtu.

Ia menambahkan, Dispar mendorong setiap desa untuk menguatkan atraksi budaya yang ada di wilayahnya. Sebagai salah satu cara membangun daya saing destinasi wisata setempat.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, mengapresiasi dan mendukung langkah yang diambil oleh Dispar yang telah menyelenggarakan event sendratari tersebut. Selain itu, kepada masyarakat di sekitar Goa Kiskendo maupun masyarakat Kecamatan Girimulyo, yang senantiasa berupaya memajukan wilayah dan melestarikan budaya setempat.

Menurut Hasto, sendratari Sugriwa Subali harus ditampilkan dengan kreatif, atraktif dan komunikatif. Kalau ingin menjadi destinasi wisata, pengelola juga harus bisa menghadirkan tradisi budaya.

"Pertunjukan dua arah dengan penonton penting sekali. Inilah yang selalu kita coba, untuk mengembangkan destinasi wisata," ujarnya.

Ia menambahkan, seni budaya merupakan aset bangsa yang pantas untuk dilestarikan dan dikembangkan secara terus-menerus. Sebab, seni budaya adalah salah satu media untuk dapat mengangkat nama bangsa dan negara di kancah dunia. Seni budaya yang ada di Kabupaten Kulonprogo ini sangatlah beragam.

Hal itu merupakan kekayaan yang pantas disyukuri dan harus dilestarikan. Karena seni budaya juga dapat dijadikan media edukasi dan penyampaian informasi yang positif, sesuai dengan perkembangan zaman.

Di kesempatan yang sama, ia meminta dukungan semua pihak untuk bisa membantu mengembangkan dan memajukan destinasi wisata di Kulonprogo yang 'sambung' dengan budaya setempat, utamanya di kawasan Menoreh.

"Sehingga tidak mudah disaingi oleh tempat lain. Kalau hanya menawarkan panorama dan tempat swafoto, nanti mudah tergantikan."

Sendratari ini kian spesial karena salah satu partisipannya adalah Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Indah Juanita. BOB merupakan badan baru di bawah Kementerian Pariwisata yang bertugas mengelola kawasan otoritatif dan memiliki kewenangan koordinatif dalam pengembangan pariwisata di DIY-Jateng, mulai dari Borobudur hingga Kepulauan Karimunjawa.

Indah menyatakan partisipasinya dalam sendratari Sugriwa Subali tersebut adalah hal pengalaman yang luar biasa.

"Sebuah kehormatan bagi saya. Di sini saya berperan sebagai pendamping Dewi Tara," ujarnya semringah.