Advertisement

Penyakit Syaraf ALS Renggut Nyawa Stephen Hillenburg SpongeBob & Stephen Hawking

Newswire
Rabu, 28 November 2018 - 17:10 WIB
Laila Rochmatin
Penyakit Syaraf ALS Renggut Nyawa Stephen Hillenburg SpongeBob & Stephen Hawking Stephen Hillenburg pencipta SpongeBob Square Pants

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA--- Penyakit syaraf amyotrophic lateral sclerosis (ALS) merenggut dua tokoh dunia, Stephen Hillenburg pencipta SpongeBob Square Pants dan fisikawan Stephen Hawking.

Berbeda dengan Hillenburg yang hanya bertahan setahun sejak dia diketahui mengidap ALS, Hawking mampu bertahan hidup hingga berusia 76 tahun. Padahal di awal sakitnya, pada 1963 atau sejak berusia 21 tahun, banyak dokter yang memperkirakan Hawking hanya bertahan hidup selama dua tahun.

Namun, takdir berkata lain. Hawking bisa bertahan hingga lebih dari 50 tahun. Tubuhnya memang lumpuh tetapi akal pikirannya masih aktif, dan dengan dibantu mesin dia mampu menjalankan aktivitas hariannya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Penyakit syaraf amyotrophic lateral sclerosis tergolong langka dan memang tak banyak yang bisa bertahan hidup lama, dan Hawking salah satu yang beruntung.

Dilansir BBC pada Rabu (28/11/2018), Nickelodeon menyatakan Hillenburg didiagnosis mengidap penyakit tersebut pada Maret 2017.

“Dengan hati yang sedih, kami menyampaikan bahwa Stephen Hillenburg, pencipta SpongeBob SquarePants, telah tiada,” tutur Nickelodeon melalui akun Twitter resminya.

Sejak ditayangkan hampir 20 tahun lalu, SpongeBob SquarePants sudah dikenal luas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Para karakter penghuni Bikini Bottom lainnya pun tidak hanya dikenal oleh anak-anak, tapi juga orang dewasa.

Penyakit yang diderita dua tokoh dunia tersebut menyebabkan terjadinya degenerasi dan kematian motor neuron, yakni sel saraf dari otak yang menjangkau saraf tulang belakang dan otot di seluruh tubuh. Sel-sel ini menginisiasi dan memberikan jalur komunikasi vital antara otak dan otot-otot sukarela.

ALS menyerang sel saraf (neuron) yang bertanggung jawab atas kontrol terhadap pergerakan otot secara sukarela. Gerakan otot sukarela ini misalnya mengunyah, berjalan, dan berbicara.

Advertisement

Penderita penyakit ini akan mengalami gejala yang makin parah dari waktu ke waktu. Sampai saat ini, belum ada obat untuk ALS maupun bentuk perawatan untuk menahan tingkat keparahannya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Rangkaian HUT Ke-266 Kota Jogja Digelar 9 Hari Penuh, 14 Acara Siap Menyemarakkan

Jogja
| Senin, 26 September 2022, 18:37 WIB

Advertisement

alt

Dari Wonosari, The Melting Minds Bersenang-senang di Jogjarockarta

Hiburan
| Senin, 26 September 2022, 16:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement