Gundala Gabungkan Romantisme 1969 & Kondisi Terkini

Gundala Gabungkan Romantisme 1969 & Kondisi TerkiniGundala - Ist.
11 Agustus 2019 20:37 WIB Salsabila Annisa Azmi Hiburan Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Film Gundala karya sutradara Joko Anwar tidak hanya menampilkan romantisme kejayaan komik Gundala. Namun juga menonjolkan fenomena Indonesia masa kini.

Film ini akan membuat generasi penikmat komik Gundala di era 1969 dan generasi masa kini dapat sama-sama menikmati film superhero asal Indonesia ini. Joko Anwar membutuhkan waktu empat hingga lima bulan untuk menggabungkan sensibilitas Hasmi, pencipta tokoh Gundala, ke dalam kondisi sosial, budaya dan politik Indonesia masa kini. "Jadi romantisme Gundala pada tahun 1969 tidak akan luntur meski digabungkan dengan unsur suasana Indonesia terkini," kata Joko dalam Meet and Greet Film Gundala di Jogja City Mall, Sabtu (10/8/2019).

Unsur-unsur yang menggambarkan Indonesia masa kini sekaligus romantisme Gundala era 1969, menurut Joko akan digambarkan dengan seni pencak silat khas tempo dulu di tengah konflik perbedaan di Indonesia saat ini, baik itu berupa perbedaan pandangan maupun kalangan.

"Misi dari film ini sebenarnya ingin memberi pesan meskipun Indonesia banyak perbedaan baik dari suku dan pandangan hidup, dan banyak orang egois, tetapi masih ada manusia-manusia yang mengutamakan kepentingan rakyat seperti Gundala ini," kata Joko.

Joko mengatakan di tengah film sudah dipersiapkan bagian yang akan menjawab semua teka-teki dalam komik Gundala. Selain pesan persatuan, penonton akan dibuat puas sekaligus penasaran akan kesimpulan dari jawaban teka-teki tersebut.