Ramayana Ballet Purawisata Peringati Ulang Tahun Ke-43

Ramayana Ballet Purawisata Peringati Ulang Tahun Ke-43 Jajaran manajemen Mandira Baruga saat beraudiensi di Harian Jogja, Senin (12/8/2019). - Harian Jogja/Nina Atmasari
12 Agustus 2019 18:17 WIB Nina Atmasari Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Mandira Baruga (dulu bernama Purawisata) akan merayakan hari ulang tahun ke-43 Ramayana Ballet Purawisata pada Rabu (21/8/2019). Pencapaian usia ini dirayakan sekaligus untuk terus melestarikan budaya pada generasi masa kini.

Deputy Direktur Mandira Baruga, Mursyidi Prihantono mengungkapkan pentas tari ini telah melalui beberapa zaman. Tari ini mulai pentas pada generasi baby boomers yang sangat menerima kehadiran hiburan tersebut.

"Lanjut di generasi X, pentas kami juga mudah diterima karena generasi ini masih merupakan penerus generasi baby boomers," jelasnya, saat beraudiensi di Harian Jogja, Senin (12/8/2019).

Pentas ini mulai merasakan pengurangan minat ketika masuk ke generasi milenial, dilanjutkan dengan generasi Z. Karenanya, manajemen kemudian berupaya melakukan transformasi agar mereka bisa masuk ke generasi tersebut.

Proses transformasi ini tidak mudah. Pengembangan seni tari ini tidak boleh mengubah tradisi. Pro kontra tentang pakem memunculkan dialetika, terutama dari manajemen dan bagian produksi.

Pada bagian digital disruption, mereka bisa mengatasinya. Mursyidi mencontohkan penjualan tiket kini telah dilakukan secara online. "Namun, yang masih menjadi PR bagi kami adalah bagaimana agar kami bisa masuk ke kaum milenial? Sebab saat ini penonton masih didominasi para sepuh," katanya.

Uniknya, saat ini banyak penonton generasi Z banyak berasal dari Eropa Barat, sedangkan kaum milenial datang dari sejumlah negara di Asia Tenggara.

Redaktur Pelaksana Harian Jogja, Nugroho Nurcahyo mengungkapkan Harian Jogja sangat mendukung upaya pelestarian budaya. Salah satunya melalui tulisan mendalam tentang kegiatan tersebut pada ulang tahun periode sebelumnya. "Intinya tulisan kami adalah bagaimana upaya mempertahankan tradisi di tengah disrupsi," katanya.