Musik Malam TBY Hidupkan Suasana Selasa Wage di Titik Nol Km

 Musik Malam TBY Hidupkan Suasana Selasa Wage di Titik Nol KmPenampilan salah satu band digelaran Musik Malam TBY Menyapa Jogja di titik nol km Jogja, Selasa (27/8/2019). - Harian Jogja/ Abdul Hamid Razak
28 Agustus 2019 18:02 WIB Abdul Hamied Razak Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Gelaran Musik Malam Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pekan ini dibuat berbeda. Memeriahkan kegiatan Selasa Wage (27/8/2019), gelaran musik tersebut digelar di eks Gedung KONI DIY.

Kurator Musik Malam TBY Dewo PLO mengatakan ini gelaran musik malam yang pertama kali digelar bersamaan dengan kegiatan Selasa Wage dan yang ketiga kalinya digelar di luar TBY. Selain untuk menghidupkan kegiatan di sisi Selatan Malioboro, kegiatan tersebut untuk mendukung atraksi kesenian Selasa Wage yang digelar Dinas Pariwisata (Dispar) DIY.

"Sebelumnya kami dua kali pernah tampil di luar TBY. Saat kami gelar Konser amal di Titik Nol. Semua perlengkapan manggung termasuk sound system kami boyong dari TBY ke sini untuk mendukung atraksi kesenian Selasa Wage. Sebab di bagian tengah Malioboro sudah ramai, jadi kami ramaikan sisi selatan," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (27/8/2019).

Dijelaskan Dewo, Musik Malam TBY Menyapa Jogja menjadi tagline pada malam itu. Mereka menampilkan beragam musik berbagai genre. Tidak hanya untuk menghibur kaula muda tetapi juga yang tua-tua. "Selain keroncong on stage, kami juga menampilkan band The River, efHa, Miracle of Destruction, Roadcoustic dengan guest star Suastika," paparnya.

Selain lima band tersebut, ada dua band lainnya yang juga ikut manggung di Musik Malam TBY dari Dinas Kebudayaan. Meskipun ada tambahan dua band, namun kegiatan musik malam tersebut berjalan dengan baik. Penonton sangat antusias dan memadati sekitar panggung.

"Ini kegiatan musik malam yang ke ketiga tahun kami gelar. Seluruh aktifitas persiapan itu ditangani sendiri oleh teman-teman komunitas. Selain kurator Hari Macan dan Sofyan Hadi, ada juga tim artistik dan panggung yang ikut membantu," katanya.

Dia mengatakan, semua aliran musik dimainkan dalam setiap kali musik malam TBY digelar. Semua band memiliki kesempatan yang sama. Tidak ada yang ditinggal baik rock, dangdut, jazz dan lainnya.

"Hanya saja, harus antri. Band-band milenial, klasik rock, ska dan lainnya. Nah kurator tugasnya untuk menyeleksi siapa-siapa band yang tampil," katanya.

Selama ini, kegiatan musik malam TBY terbilang sukses. Hal itu terjadi karena selama ini ada jalinan komunikasi yang baik antara kurator dengan komunitas-komunitas musik di DIY.

"Jumlahnya kan ratusan, jadi tetap harus pakai seleksi dan kami ambil perwakilan band yang dinilai layak tampil. Komunikasi ini menjadi kesuksesan penyelenggaraan musik malam TBY," katanya.

Sebelumnya, Kepala TBY Diah Tutuko menjelaskan beragam kegiatan yang digelar di TBY bertujuan untuk mendukung dan menguatkan visi TBY sebagai "The Window of Yogyakarta" di tingkat nasional maupun internasional. Dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi para seniman TBY dijadikan sebaran media dan ruang kreatif. "Banyak kelompok seni di Jogja termasuk di sekolah dan kampus. Ini semangat yang juga harus dijaga," katanya.