Lagu Milik Queen Ikut Berkumandang dalam Konser Westlife di Borobudur

Lagu Milik Queen Ikut Berkumandang dalam Konser Westlife di BorobudurKonser Westlife di Borobudur, Sabtu (31/8/2019). - Antara
02 September 2019 00:57 WIB Nina Atmasari Hiburan Share :

Harianjogja.com, MAGELANG - Konser boyband asal Irlandia, Westlife bertajuk The Twenty Tour Borobudur Symphony di Candi Borobudur Kabupaten Magelang, pada Sabtu (31/8/2019) malam menjadi konser yang mewah dan megah. Berikut hasil liputan wartawan Harian Jogja Nina Atmasari.

Natasya, 33 tahun, sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan idolanya yang sudah ia kagumi sejak masa sekolah dulu, boyband Westlife. Jauh-jauh dari Surabaya, ia rela menempuh perjalanan naik kereta api pagi demi bisa melihat langsung penampilan Shane Filan, Mark Feehily, Kian Egan dan Nicky Byrne dari dekat. Bersama dua temannya, ia langsung menuju Candi Borobudur, Magelang, sebelum sore hari dengan harapan bisa masuk lokasi konser lebih awal.

Benar saja, mereka sampai di kawasan Borobudur sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, antrean masuk ke lokasi konser sudah mengular. Mereka bahkan harus menunggu sambil duduk di lantai batu pelataran candi sambil membawa poster bertuliskan I Love Westlife, yang ia bikin menggunakan kertas karton berukuran sekitar 50 cm X 50 cm.

“Tidak apa-apa [menunggu]. Sudah sangat untung masih kebagian tiket, teman saya yang mau beli tiket sejam setelah saya sudah tidak kebagian,” katanya.

Rajawali Indonesia selaku event organizer konser tersebut menyediakan 8.250 tiket untuk konser tersebut. Tiket yang terdiri dari kelas Festival, Platinum dan Gold itu habis hanya dalam waktu lima menit sejak mulai dijual. Harganya pun tidak bisa dibilang murah, mulai Rp1 juta hingga Rp3,5 juta. Namun, pertunjukan yang disajikan Shane dkk malam itu sangat sebanding dengan harga yang dibayar.

Multimedia menjadi tema tata panggung konser tersebut. LCD maha besar yang menampilkan animasi dan video tentang Westlife, menjadi latar belakang penampilan empat personel boyband yang telah 20 tahun bermusik tersebut. Background ini pun menutupi kemegahan Candi Borobudur, Magelang yang berada di belakang panggung.

Penampilan empat personel yang sudah tidak bisa dibilang muda lagi itu itu sukses mengobati kerinduan para penggemarnya di Tanah Air. Ini terbukti dari histeria penonton yang terlihat sejak idola mereka keluar pertama kali di atas panggung.

Musik intro dari lagu Hello My Love tenggelam dalam teriakan para fans berat Westlife yang kebanyakan adalah kaum perempuan muda tersebut. Namun ketika masuk ke lirik, penonton langsung mengubah teriakan dengan alunan lagu ikut bernyanyi. Tampil dengan pakaian seperti seragam pilot berwarna hitam, Shane Filan dkk langsung membangkitkan semangat penonton. Mereka lalu menambah lagu Swear It Again dan What About Now.

"Selamat datang di Westlife The Twenty Tour, sangat menyenangkan sekali bisa kembali ke Indonesia. Kami menyukai tempat ini, ini pertama kalinya kami tampil di depan Candi Borobudur yang bersejarah. Kami mencintai kalian semua, terima kasih untuk seluruh cinta pada kami," kata Shane Filan dari atas panggung.

Setelah menyapa penggemar, Shane mengajak penonton bernyanyi bersama di lagu My Love dan When You Looking Like That. Dua lagu itu memang paling nge-hits dari album kedua mereka Coast to Coast (2000).

Di ujung lagu, keempatnya mundur ke belakang panggung. Selama beberapa menit, penonton disuguhi dengan pertunjukan multimedia tentang para personel Westlife. Tak lama kemudian, mereka kembali dengan kostum berupa jas merah dan hitam. Mereka masuk dengan langsung membawakan lagu Uptown Girl.

Lagu ini cukup membuat penonton berjingkrak bahkan ikut menyanyi mengikuti gerakan tangan Shane Filan yang memberi aba-aba saat lirik "Oo.. oo.. o.. o.. o..". Selama menyanyi, mereka dengan energik menari sambil membuat formasi merapat dan menyebar ke seluruh bagian panggung demi menyapa pengemar dari seluruh penjuru.

Kehebohan terjadi kemudian, saat keempat personel Westlife menunjuk seorang fans untuk naik ke atas panggung. Fans bernama Shinta yang merupakan penonton di kelas festival itu diajak naik lantaran membawa poster unik bertuliskan Bapak, aku ketemu idola masa kecil.

Bersama Shinta yang masih di atas panggung, Westlife menyanyikan Better Man. Tak hanya menari mengitari si penggemar, keempat personel Westlife bahkan satu per satu memeluk Shinta serta mengakhirinya dengan foto selfie.

Ingin memberikan suasana berbeda, Shane, Mark, Kian dan Nicky kemudian mengganti kostum mereka dengan pakaian khas rocker. Rupanya, mereka ingin menyajikan lagu yang berbeda dari kebiasaan mereka.

Dengan gaya rocker, boyband yang terbentuk pada 1998 itu membawakan medley lagu Queen berjudul Another One Bites the Dust, Radio Gaga, I Want to Break Free dan Somebody To Love, We Will Rock You dan We Are The Champion. Lagu-lagu tersebut sukses membuat para penonton pria yang mendampingi pasangan mereka menonton, ikut menyanyi bahkan berjingkrak.

Puas jejingkrakan, keempatnya mengganti kostum dengan style kasual berupa jaket dan celana jins yang menampakkan ketampanan maksimal empat pria bule tersebut. Lagu yang dibawakan kali ini adalah I Have a Dream, Unbreakable, Fool Again dan Queen of My Heart versi akustik. Sambil ikut menyanyi, para penonton melambaikan tangan mengikuti alunan lagu.

Tampil sambil duduk di kursi tinggi, keempatnya mengisi jeda antarlagu dengan obrolan ringan tentang musik dan perjalanan mereka bersama Westlife. Kian Egan membandingkan kondisi saat ini dengan 20 tahun yang lalu saat awal mereka bermusik dan menggelar konser.

"Saat itu tidak ada yang memegang ponsel. Tapi sekarang ini semua memegang ponsel. Hei, sekarang kita sedang berpesta tapi kalian semua memegang ponsel. Tahukan kalian, yang terlihat dari sini itu ponsel semua?" katanya bercanda.

Kian juga sempat mengungkapkan kegalauannya di masa lalu tentang kemungkinan hidup bersama Westlife. Ia tidak menyangka karena pernah ragu apakah Westlife bisa bertahan, tetapi akhirnya para fans membuat keempatnya kuat meski telah ditinggal oleh Bryan Mc Fadden pada 2004.

Di penampilan selanjutnya, Westlife membawakan lagu berjudul Dynamit dari album terbaru Spectrum, dilanjutkan tembang melankolis You Raise Me Up. Kian Egan mengajak lebih dari 8.000 penonton pada malam itu untuk mengangkat ponselnya, menyalakan flash light sebagai perpisahan.

Namun, teriakan we want more! menggema dari penonton setelah mereka masuk ke panggung. Benar saja, Westlife kembali dengan lagu Flying Without Wings dengan pakaian serba putih layaknya di video clip mereka pada lagu tersebut. Lagu itu disambung dengan World of Our Own yang menjadi penutup konser.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Persero, co promotor konser tersebut, Edy Setijono mengungkapkan pergelaran malam itu merupakan agenda Borobudur Symphony yang kedua setelah tahun lalu mereka sukses menggandeng Mariah Carey.

Agenda tahunan ini merupakan upaya mereka mempromosikan Candi Borobudur agar lebih dikenal di dunia internasional. Strategi yang dilakukan adalah dengan menggelar konser musik internasional dan menggandeng artis sebagai endorser.

"Penggemar Westlife jumlahnya banyak, ada di mana-mana di seluruh dunia. Dengan digelarnya konser ini nanti, akan banyak cuplikan video dan foto di aplikasi media sosial yang akan beredar. Penggemar Westlife dari seluruh dunia akan menyaksikannya dan mereka akan tahu bahwa ada Candi Borobudur, sebuah warisan budaya yang layak untuk dikunjungi," jelasnya.