Bayaran Tak Adil, Penulis Naskah Crazy Rich Asians Pilih Resign

Bayaran Tak Adil, Penulis Naskah Crazy Rich Asians Pilih Resign Film produksi Hollywood bernuansa Asia "Crazy Rich Asians" - Istimewa
05 September 2019 18:07 WIB Ria Theresia Situmorang Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Penulis naskah Adele Lim diketahui tidak lagi terlibat dalam sekuel film Crazy Rich Asian selanjutnya karena masalah bayaran yang tak adil.

Dikutip dari Hollywood Reporter, rekan penulis Adele, Peter Chiarelli yang populer dengan karyanya, The Proposal pada tahun 2009, dibayar lebih tinggi daripada Adele yang memang lebih banyak menulis untuk skrip di televisi dan belum pernah menulis skrip untuk film feature.

“Dievaluasi dengan cara seperti ini membuat saya merasa itulah cara mereka melihat kontribusi saya,” ujar Adele. Ia percaya dirinya yang memang kelahiran Malaysia hanya dibutuhkan untuk menambahkan detail budaya Asia ke dalam naskah dibandingkan membentuk isi cerita.

Meskipun menolak menyebut angka pasti bayarannya selama bekerja di Warner Bros, rumah produksi film tersebut, seorang sumber menyebut Peter dibayar USD800.000 (Rp11,3 miliar) hingga USD1 juta (Rp14,1 miliar) sedangkan Adele hanya dibayar sekitar USD110.000 (Rp1,5 miliar). Warner menyebut angka tersebut ditetapkan berdasarkan pengalaman dan kredibilitas kru di balik layar.

Masalah lain datang karena pada kenyataannya Adele telah menandatangani kontrak selama empat tahun untuk menjadi penulis naskah utama rumah produksi Disney Animation, rival utama Warner Bros. Adele yang nantinya akan menulis naskah mitologi Asia Tenggara yakni Raya and the Last Dragon, menyebut dirinya mendapat bayaran yang pantas dari Disney.

Setelah Adele keluar dari proyek Crazy Rich Asian, sutradara Jon M. Chu kelihatan menghabiskan waktu sekitar 5 bulan untuk mencari penulis keturunan Asia lain untuk diperkerjakan sebagai penulis naskah pembantu. Peter bahkan pernah membuat kesepakatan dengan Adele untuk membagi bayarannya secara sukarela pada bulan Februari lalu, namun Adele menolak.

“Peter itu sangat ramah, namun apa yang saya hasilkan harusnya tidak bergantung pada kemurahan hati penulis lelaki ‘kulit putih’. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jadi orang lain ketika wanita kulit berwarna tidak diperkerjakan hanya karena banyak sekali nilai yang ada ditetapkan dalam sebuah film. Tidak ada kesepakatan realistis untuk mencapai keadilan,” jelasnya.

Sampai saat ini Peter masih mengerjakan naskahnya bersama sutradara Jon M. Chi dengan kegiatan eksplorasi melalui sumber trilogi novel Kevin Kwan lainnya yakni China Rich Girlfriend tahun 2015 dan Rich People Problem tahun 2017.

Sumber : Bisnis.com