Batik Music Festival 2019 Disaksikan 9.100 Penonton Berbatik

Batik Music Festival 2019 Disaksikan 9.100 Penonton BerbatikBatik Music Festival 2019
06 Oktober 2019 15:17 WIB MediaDigital Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Batik Musik Festival (BMF) adalah sebuah gelaran musik bertaraf internasional yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2019 di Komplek Candi Prambanan. Festival yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko ini berhasil dilaksanakan pada Sabtu, (5/10/2019) malam dengan menampilkan dua maestro musik ternama, yaitu David Foster dan Yovie Widianto.

Dalam festival yang dihelat khusus untuk memperingati Hari Batik Nasional ini, David Foster tampil dengan format David Foster & Friends, di mana composer asal Canada ini menggelar konsernya bersama Kenny “Babyface” Edmonds, Katharine McPhee, Pia Toscano, Yuna dan Nick Zavior. Sementara itu, hal yang sama pun dilakukan oleh Yovie Widianto, di mana dalam gelaran Batik Music Festival ini ia bermain dengan format Yovie and His Friends dan melakukan kolaborasi bersama Kahitna, BCL, Raisa, Rio Febrian, Marcell, 5 Romeo dan Arsy Widianto.

CEO Rajawali Indonesia sekaligus Founder Batik Music Festival, Anas Syahrul Alimi menjelaskan, festival yang baru pertama kali diselenggarakan oleh pihaknya ini berlangsung dengan sangat meriah dan menyenangkan. Ia bisa menyaksikan secara langsung ternyata banyak sekali masyarakat Indonesia dari berbagai generasi sangat bangga untuk menggunakan batik yang merupakan salah satu warisan budaya nenek moyang masyarakat Nusantara. Dan hal ini kata Anas akan terus berlanjut dan menjadikan festival ini sebagai konser musik bertaraf internasional tahunan.

“Alhamdulillah ini adalah kali pertama untuk Batik Music Festival diselenggarakan. Target kita kemarin sekitar 6.000-an penonton yang akan hadir di sini, tapi ternyata lebih. Dari penonton yang menyaksikan pertunjukan di panggung Festival Show dan Spesial Show, kami total seluruhnya berjumlah 9.100 orang. Ini di luar dugaan dan sangat mengejutkan. Saya kira ketika kita menetapkan dresscode batik orang tidak akan peduli. Ternyata tadi kita lihat lebih dari 90% penonton yang hadir di sini menggunakan batik,” jelas Anas.

David Foster melanjutkan, konsep yang dimiliki Batik Music Festival yaitu penggabungan tiga mahakarya, yaitu Batik, Musik dan Candi Prambanan merupakan suatu kejadian yang sungguh sangat luar biasa. Selain karena masyarakat Indonesia memiliki kecintaan yang sangat besar terhadap musik, konsep utama yang dimiliki festival ini adalah alasan terbesar baginya untuk bisa kembali menggelar konsernya di hadapan publik Negeri Burung Garuda.

Dalam penampilannya bersama Kenny “Babyface” Edmonds, Katharine McPhee, Pia Toscano, Yuna dan Nick Zavior, setidaknya ada sebanyak 18 buah lagu ciptaannya dibawakan di panggung Spesial Show. Di antaranya seperti “I Swear”, “All By My Self”, “To Love You More”, “When Can I See You”, “Change The World”, “That’s Life”, “Power of Love” dan masih banyak lainnya.

Penampilan Yovie and His Friends disaksikan oleh ribuan penonton berbatik. Seusai melangsungkan pertunjukannya selama 1 jam 30 menit di atas panggung Festival Show, Yovie menuturkan bahwa dirinya sangat senang didaulat sebagai salah satu bagian dalam Batik Music Festival yang pertama. Ia bisa menyaksikan secara langsung bahwa penonton yang hadir dalam festival ini tidak hanya mereka yang menggemari musik, namun juga memiliki ketertarikan yang lebih pada peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia, yakni batik dan Candi Prambanan.

Selain itu baginya, Batik Music Festival adalah momen perdana bagi untuknya bisa menyaksikan ribuan orang dari berbagai latar belakang menyaksikan konser musik bertaraf internasional dengan menggunakan batik. Dan hal ini patut diapresiasi dan mesti menjadi catatan sejarah ketika batik bisa dirayakan bersama-sama dalam sebuah momen yang sangat menyenangkan.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah perjalanan bermain musik saya yang sudah lebih dari 30 tahun, saya bisa melihat banyak sekali penonton menggunakan batik. Ada kebanggaan dan keterharuan untuk diri saya pribadi bisa menyaksikan momen ini. Dan tadi saya sampai sempat salah menyebut Prambanan jadi Borobudur, itu karena saya gugup. Ini luar biasa sekali. Kita harus melakukan hal seperti ini terus untuk membuktikan bahwa kita sangat mencintai Indonesia,” tutur musisi kelahiran Bandung, 21 Januari 1968 silam tersebut.

Hal senada pun diutarakan oleh Raisa, di mana ia sebagai seorang warga negara Indonesia dan penyanyi merasa sangat bangga ketika bisa ikut merayakan momen yang jarang terjadi ini. Ungkapnya, biasanya batik identik dengan pakaian yang selalu dikenakan dalam pesta perayaan pernikahan. Namun, yang ia saksikan pada malam hari ini membuktikan bahwa batik adalah pakaian yang bisa digunakan dalam kesempatan apa pun. Salah satunya adalah konser musik.

“Aku seneng banget begitu tahu Batik Music Festival. Terus aku bilang sama diriku sendiri, wah ini berarti dresscodenya batik nih. Aku seneng banget pake batik. Biasanya batik kan dipakai buat kondangan doang dan acara-acara resmi. Ini momen yang sangat menyenangkan buatku,” ungkap istri dari Hamish Daud ini.

Dalam Batik Music Festival, setidaknya ada sebanyak 16 buah karya dari Yovie Widianto yang dibawakan dengan penuh kemeriahan. Beberapa di antaranya “Ada Cinta”, “Peri Cintaku”, “Katakan Saja”, “Suratku”, “Cerita Cinta”, “Soulmate”, “Kasih Putih”, “Takkan Terganti”, “Adu Rayu” dan lainnya membuat suasana di Candi Prambanan malam ini terasa sangat hangat. Konsep penggabungan tiga mahakarya dalam satu waktu yang dimiliki festival ini seakan benar-benar terwujud, di mana batik, musik dan Candi Prambanan seperti menjadi satu kesatuan yang utuh dan menciptakan sebuah memori yang sulit untuk dilupakan di kemudian hari.

Bangga menjadi anak mudah yang menggunakan batik

Sorak sorai nyanyian indah terdengar dan berpadu bersama karya-karya terbaik yang pernah diciptakan oleh Yovie Widianto. Ribuan penonton yang hadir dalam Batik Music Festival 2019 ini, seakan diberi kesempatan untuk berkaroke bersama untuk menyenandungkan apa yang mereka dengar di sana. Dan dari banyaknya penonton yang hadir dalam gelaran ini, ada Indah Nur Atika Sari yang menjadi salah satu bagian dalam festival ini. Menonton konser dengan menggunakan batik baginya adalah suatu hal yang wajib mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari anak muda Indonesia. Apalagi, apa yang terjadi dalam Batik Music Festival berdekatan dengan perayaan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2019 kemarin.

“Jarang banget ada konser musik seperti ini. Harapannya untuk Batik Music Festival ke depannya bisa membawa anak muda untuk bisa lebih bangga memakai batik,” tutupnya.

Selain menjadi perayaan Hari Batik Nasional, Batik Music Festival adalah bentuk nyata dari Sinergi BUMN untuk mendukung segala hal positif yang dilakukan oleh masyarakat. Dalam hal ini Jasa Raharja Putera, Bank BRI, Bank BTN, Garuda Indonesia, Semen Indonesia, Jasa Marga, Pupuk Indonesia, Pelindo III dan Angkasa Pura 1 menjadi bagian yang mendukung penuh untuk penyelenggaraan festival musik ini. (*)