Disney+ dan HBO Max Jadi Penantang Utama Netflix

Disney+ dan HBO Max Jadi Penantang Utama NetflixIlustrasi streaming - JIBI/Bisnis.com
11 November 2019 06:27 WIB Syaiful Millah Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Industri streaming video bakal semakin kompetitif. Platform Disney+ dan HBO Max disebut menjadi ancaman besar bagi Netflix.

Dalam sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Wall Street Journal, sebanyak lebih dari 2.000 ditanyai pendapatnya seputar layanan atau platform video berlangganan.

Hasilnya menunjukkan mayoritas warga Amerika Serikat rela menghabiskan sekitar US$44 per bulan untuk dana hiburan mereka. Temuan lain menunjukkan bahwa mereka bersedia berlangganan sekitar 3,6 platform yang berbeda.

Studi tersebut juga menanyai platform layanan streaming mana yang paling diminati. Layanan yang paling diminati adalah Disney+ dengan persentase 47%, diikuti dengan HBO Max sebesar 41%, Apple TV+ sebesar 41%, dan Peacock (layanan dari NBCU) 38%.

Wall Street Journal juga menemukan bahwa 30% pelanggan Netflix cenderung berniat membatalkan layanan mereka untuk berpindah ke layanan lain yang lebih baru.

Adapun, 53% responden menyebut bahwa kehadiran program acara atau film atau serial orisinal menjadi penyebab utama mereka untuk berlangganan di suatu platform. Tak ayal, perusahaan media besar saat ini jor-joran memproduksi konten untuk platform masing-masing.

“18 bulan ke depan akan menjadi hal yang menarik dalam sejarah bisnis hiburan,” kata Kepala Eksekutif Village Roadshow Entertainment, seperti dikutip dalam laporan studi, Minggu (10/11/2019).

Sebagaimana di ketahui, Apple TV+ telah dirilis pada 1 November lalu, Disney+ akan diluncurkan pada 12 November, Peacocok pada April 2020, dan HBO Max meluncur ke pasar pada Mei 2020.

Sejauh ini, Apple TV+ merupakan layanan streaming video termurah di pasar dengan harga langganan US$4,99 per bulan. Selanjutnya adalah Disney+ dengan harga US$6,99 per bulan, dan HBO Max seharga US$14,99. Sementara itu, Peacock masih belum mengungkapkan harga untuk layanan mereka.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia