Ngayogjazz ke-13, Persembahan Khusus untuk Djaduk Sang Inisiator

Ngayogjazz ke-13, Persembahan Khusus untuk Djaduk Sang InisiatorSyaharani bersama The Queen Fire Works tampil memukau penonton pada gelaran Ngayogjazz 2018 di Desa Gilangharjo, Pandak, Bantul, Sabtu (17/11/2018) malam. - Harian Jogja - Desi Suryanto
16 November 2019 04:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Hiburan Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Ngayogjazz ke-13 siap dihelat di Dusun Kwagon, Desa Sidorejo, Kecamatan Godean pada Sabtu (16/11/2019). Gelaran musik jazz itu akan menjadi persembahan khusus bagi sang inisiator, Djaduk Ferianto.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Rahardjo mengatakan, di tahun ini, dunia kesenian Jogja sedang berduka karena kehilangan sosok seniman panutan, Djaduk Ferianto. Namun, di tengah duka, gelaran Ngayogjazz yang juga merupakan buah ide Djaduk, harus tetap digelar.

"Karena sedang berduka, Mas Djaduk meninggal, maka Ngayogjazz ke-13 kita bikin tambahan konsep, yaitu Tribute to Djaduk. Semangat beliau [Djaduk Ferianto] akan kita teruskan. Lewat Ngayogjazz ini kita meneruskan ajang komunikasi musik dengan masyarakat," ujar Singgih pada Jumat (15/11/2019).

Ia mengatakan, konsep dasar Ngayogjazz ke-13 ini tidak diubah karena konsep tersebut sudah disusun dari awal, dan Djaduk memberi sumbangsih besar pada konsep tahun ini. Hanya saja, di tahun ini, tema besar Ngayogjazz kemudian ditambah menjadi Satu Nusa Satu Jazz-nya: Tribute to Djaduk.

Tidak hanya karena Djaduk merupakan inisiator Ngayogjazz, tapi menurut Singgih, gelaran Ngayogjazz ke-13 itu juga sebagai persembahan karena kontribusi Djaduk pada dunia kesenian di Jogja sangat besar.

Menurutnya, Djaduk tidak memandang budaya dan seni hanya dari satu sisi saja, tapi Djaduk melihat sisi yang lain, salah satunya sangat perhatian pada sisi sosial masyarakat. "Sulit mencari sosok Djaduk lain. Beliau mencurahkan hidupnya bagi dunia seni dengan totalitas," kata Singgih.

Ide Djaduk salah satunya Ngayogjazz. Gelaran itu dikatakan Singgih, membuat musik jazz tidak hanya dinikmati ekslusif, tapi bisa meluas ke tiap lapisan masyarakat.

"Gelaran Ngayogjazz bertujuan untuk membumikan jazz ke desa-desa. Bukan hanya bicara musik, tapi juga bikin ekosistem musik dengan masyarakatnya," terang Singgih.

Board of Ngayogjazz, Bambang Paningron mengatakan, konsep Tribute to Djaduk sudah melalui kesepakatan dengan pihak keluarga. Nantinya, konsep tersebut diterapkan di Ngayogjazz ke-13 baik dari awal acara sampai akhir acara.

Sederet musisi ternama siap meriahkan helatan Ngayogjazz ke-13 pada Sabtu (16/11/2019). Ada Dewa Budjana, Mus Mujiono, Monita Tahalea, FSTVLST dan sejumlah musisi lain siap hibur masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih mengatakan, Ngayogjazz ke-13 akan berkolaborasi dengan Festival Bambu Sleman. Dusun Kwagon sudah dipercantik dengan ornamen bambu dan siap menjadi tuan rumah Ngayogjazz ke-13.

"Eksistensi event Ngayogjazz dengan ornamen-ornamen bambu pada setiap perhelatannya selaras dengan semangat rekan-rekan penggiat bambu untuk ruang publikasi hasil produksi dan kreasi penggiat bambu Sleman," tutur Ningsih.