Penutupan Jogja Fashion Week 2019 Bertabur Karya Desainer Ternama

Penutupan Jogja Fashion Week 2019 Bertabur Karya Desainer TernamaPergelaran Jogja Fashion Week 2019. - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
23 November 2019 21:57 WIB Salsabila Annisa Azmi Hiburan Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Serangkaian gelaran fesyen show Jogja Fashion Week (JFW) 2019 Trend Show ditutup dengan berbagai karya desainer lokal bertajuk Men's Show Ethnical pada hari Sabtu (23/11/2019). 

Project Officer JFW 2019, Phillip Iswardono mengatakan para desainer bebas berkreasi dengan kain etnik khas nusantara yang berkonsep ready to wear khusus pria. "Kalau secara jumlah desainer hari ini tidak banyak, tetapi hari ini masing-masing desainer menampilkan jumlah karya yang lebih banyak, sekitar 10 hingga 20 karya," kata Phillip, Sabtu (23/11/2019).

Beberapa desainer yang tampil pada malam penutupan JFW 2019 antara lain Phillip Iswardono, Ichwan Toha, Aldrie Indrayana, Afif Syakur, Erna Eng, dan Inin Shilviana. Sementara itu, seperti hari-hari sebelumnya pihak JFW 2019 juga mengundang guest designer kenamaan asal Indonesia yang ikonik dengan tema Men's Show Ethnical.

"Kami menghadirkan karya-karya Priyo Oktaviano di JFW 2019 sebagai guest designer. Priyo Oktaviano menampilkan busana pria elegan yang diolah dari kain tapis lampung," kata Phillip. Selain itu, hadir juga desainer asal Jerman, Helmut Brunel. 

Phillip mengatakan pada hari sebelumnya yaitu hari ketiga, karya-karya desainer yang ditampilkan dalam JFW 2019 cenderung lebih berkonsep grande dan luxurious. Sedangkan hari ini, karya-karya desainer kenamaan lokal maupun Indonesia ditantang menampilkan karya busana ready to wear namun tetap terkesan mewah sekaligus simpel.

Sebelumnya, Phillip mengatakan rangkaian JFW 2019 ini menjadi langkah untuk mempersiapkan DIY dan Indonesia menjadi kiblat fesyen ramah lingkungan dan fesyen muslim. Menurutnya semua potensi fesyen tersebut sudah diwadahi dengan maksimal dalam setiap sub tema JFW 2019. Harapannya, JFW 2019 dapat terus konsisten menyelenggarakan ajang fesyen yang memperkenalkan potensi wastra nusantara ke dunia.