Kelompok Seni Tradisi dari Pelosok DIY Bisa Tampil di TBY

Kelompok Seni Tradisi dari Pelosok DIY Bisa Tampil di TBYPenari dari kelompok Penampilan Jatilan Bekso Mudo Wiromo dalam Gelar Seni Tradisi TBY, Sabtu (24/8/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
24 November 2019 09:17 WIB Sunartono Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJATaman Budaya Yogyakarta (TBY) memfasilitasi kelompok seni tradisi dari berbagai wilayah di DIY untuk tampil dalam Gelar Seni Tradisi Sepanjang Tahun di Panggung Terbuka dan Halaman TBY, Jumat (23/11). Kegiatan ini untuk meningkatkan gairah pelaku seni di berbagai daerah di DIY.

Kepala TBY Diah Tutuko menjelaskan gelar seni tradisi ini merupakan suatu kegiatan rutin setiap tahun yang digelar di TBY. Gelaran ini melibatkan berbagai komunitas seni tradisi yang masih dilestarikan masyarakat dari berbagai wilayah di DIY. Kelompok seni tradisi yang diberikan kesempatan ini rata-rata jarang tampil di TBY. Pihaknya sengaja memberi ruang bagi kelompok seni ini agar bisa disaksikan langsung oleh masyarakat terutama di kawasan Titik Nol Kilometer atau di TBY.

“Kami memberikan ruang kepada kelompok ini yang mungkin belum pernah menjamah TBY, sehingga mereka bisa lebih bisa terlihat keberadaannya, agar pelaku seni ini juga lebih bersemangat, bergairah dengan karyanya,” katanya, Sabtu (23/11).

Ia menambahkan, kelompok seni ini merupakan rekomendasi dari Dinas Kebudayaan kabupaten dan kota di DIY. Setiap hari ditampilkan empat hingga lima repertoar dengan seni tradisi seperti gejog lesung. Pemain yang terlibat di gelar seni tradisi ini hampir semua usia, termasuk anak-anak.

“Kami selalu berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan kabupaten dan kota, untuk melihat kira-kira kelompok seni mana yang direkomendasikan untuk kami tampilkan di TBY. Mungkin kelompok-kelompok ini di daerahnya bisa mudah tampil tetapi ketika akan tampil di TBY kesulitan aksesnya. Nah, kami berupaya memberikan ruang,” ucapnya.

Diah berharap dengan memberikan ruang kepada kelompok seni pinggiran ini, menjadi kebanggaan sekaligus semangat bagi mereka untuk terus berkarya di bidang seni. Ia melihat besarnya semangat kelompok seni dari berbagai wilayah di DIY untuk tampil di TBY. Beberapa kelompok ada yang menyewa bus kemudian mengajak warga lain untuk bisa menyaksikan.

“Beberapa kelompok seni ada yang mengajukan surat untuk tampil di TBY, ini kami tampung dahulu, kami jadikan sebagai bank kelompok seni untuk bisa ditampikan di kemudian hari,” katanya,

Setiap event gelar seni tradisi ini digelar, ada 80 kelompok yang ditampilkan dengan total ratusan orang pelaku seni yang terlibat. Mereka tampil dengan durasi yang dibatasi. Pihaknya mengupayakan setiap tahun jumlahnya terus bertambah sehingga kelompok seni terutama yang ada di pinggiran wilayah DIY bisa tampil di TBY.

“Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini, sehingga yang datang juga banyak dari warga tetangga yang tidak tampil, tapi ingin ikut menyaksikan,” ujarnya.