Puluhan Band Pelajar di DIY Ikut Audisi

Puluhan Band Pelajar di DIY Ikut AudisiKelompok band pelajar saat tampil dalam audisi di Halaman Jogja City Mall, Minggu (24/11/2019). - Harian Jogj/Sunartono.
24 November 2019 16:37 WIB Sunartono Hiburan Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Sebanyak 20 band pelajar jenjang SMA/SMK dari berbagai sekolah di DIY mengikuti audisi secara langsung dalam Live Audition Road to Pucuk Cool Jam 2020 di Jogja City Mall, Minggu (24/11/2019). Band tersebut lolos setelah melewati proses seleksi hasil rekaman dari ratusan kelompok band dari berbagai sekolah di DIY.

Vokalis Savana Band dari SMAN 1 Godean, Sleman, Monika menjelaskan keberadaan kompetisi band pelajar ini menjadi motivasi tersendiri bagi kelompoknya untuk berlatih. Sebelumnya ia tak menyangka bakal lolos seleksi karena meyakini banyak band pelajar DIY yang lebih berkualitas. Tetapi dengan lebih giat berlatih akhirnya mendapatkan tiket menuju 20 besar. Pelajar yang terlibat di grupnya berasal dari berbagai jurusan terutama kelas X. Dalam audisi tersebut ia membawakan dua buah lagu yaitu Panah Asmara dan Kala Cinta Menggoda.

“Latihannya setiap pulang karena ekstrakurikuler, kalau tidak ada kompetisi sepekan sekali, tetapi kalau saat mau ada lomba setiap hari latihan. Mengikuti ini kami latihan selama dua bulan terakhir persiapannya,” katanya, Minggu (24/11/2019).

Sebelum terpilih sebagai band terbaik 20 besar di DIY, ia lebih dahulu mengumpulkan hasil rekaman ke panitia. Proses rekaman dilakukan selama dua hari. Ia mengaku belum pernah tampil di kompetisi skala besar karena memang masih duduk di kelas X sehingga tergolong baru di ekstrakurikuler band di sekolahnya. Savana tidak menargetkan hasil muluk, kata dia, hanya ingin tampil terbaik dengan menerapkan hasil belajar ekstrakurikuler band di sekolah ke panggung kompetisi.

“Makanya ketika lolos 20 besar dan bisa ikut live ini kami sangat bersyukur. Sekolah mendukung kami dan memfasilitasi ada alat musik sehingga bisa latihan. Kami senang dengan adanya kompetisi seperti sehingga bisa tampil,” ucapnya.

Juri Kategori Musik Gaby Stephani menilai band pelajar di DIY memiliki kemampuan yang merata baik secara kualitas dan kuantitas. Bahkan mereka tidak hanya pakem pada genre musik tertentu saja, namun sudah berani menerapkan akulturasi budaya tradisional dan modern dalam sebuah permainan musik. Menurutnya band pelajar di DIY ini memiliki peluang untuk menjadi yang terbaik karena sudah banyak contoh band independen asal Jogja yang sukses menapaki karir dari bawah.

“Karyanya bagus-bagus, tidak hanya itu-itu saja, banyak pilihan, ada yang berani mengakulturasikan dengan tradisional, dia pakai alat tradisional, ada juga mengkolaborasikan dengan campursari,” katanya.

Brand Manager Teh Pucuk Harum, Yustina Amelia mengatakan jumlah band pelajar di DIY yang mengirimkan karya tercatat 102 kelompok dari SMA/SMK sederajat. Setelah diseleksi kemudian terpilih 20 band untuk diberi kesempatan tampil secara langsung. Pihaknya memberi kesempatan kepada 20 kelompok ini masing-masing membawa satu kelompok ekskul penampilan tarian untuk masuk di kategori audisi ekskul. Mereka akan dipilih untuk mewakili ke DIY di tingkat nasional.

“Kami ingin memberikan ruang ekspresi seni bagi pelajar, selain DIY kami menggelar audisi di tujuh wilayah lain di Indonesia,” ujarnya.