Didi Kempot Bikin Ambyar Panggung Briffest di JEC

Didi Kempot Bikin Ambyar Panggung Briffest di JECPenampilan penyanyi campur sari Didi Kempot di acara BRI di JEC, Sabtu (21/12/2019). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
22 Desember 2019 06:57 WIB Sunartono Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Penyanyi campursari, Didi Kempot, berhasil menghipnotis ribuan peserta Brilian Family Festival (Briffest) 2019 dalam rangka HUT BRI ke-124 di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (21/12/2019). Kegiatan itu diikuti sekitar 9.000 orang yang merupakan keluarga dari karyawan BRI di wilayah DIY dan Klaten.

Kegiatan ini diawali dengan senam pagi dengan beragam hiburan. Kemudian membagikan doorprize sebanyak 24 sepeda motor dalam tiga sesi. Kemudian untuk penutup acara, doorprize satu unit mobil juga diberikan kepada peserta. 

Ada filosofi dalam pembagian hadiah kali ini yakni 1 mobil dan 24 motor. Jika digabung membentuk 124 sesuai dengan usia BRI. 

Selanjutnya para peserta dihibur oleh grup band Andra and The Backbone beberapa lagu yang juga mampu membuat peserta banyak menirukan lagu-lagunya.

Selain Andra dan kawan-kawan, Didi Kempot menjadi yang paling ditunggu. Tampil dengan atasan kemeja panjang warna putih yang tidak dikancingkan sehingga terlihat kaus biru seperti yang dipakai para peserta Briffest, dengan bawahan cokelat dan sepatu hitam berstrip cokelat.

Penyanyi asal Solo itu mulai menggebrak panggung Briffest sekitar pukul 11.10 WIB dengan lagu pertama Banyu Langit yang disambut dengan antusias para audiens yang sebagian besar merupakan pegawai BRI di DIY dan Klaten. Sebelum lirik keluar dari bibir sang penyanyi, seluruh penonton yang sebagian besar memakai kaos Briffest mendahului mendendangkan lirik.

"Sopo sing tau ditinggal pacare? [Siapa yang pernah ditinggal pacarnya], lagu iki paling cocok," kata Didi Kempot saat mengawali lirik lagu kedua berjudul Cidro.

Setelah puas membuat penonton baper dengan Cidro-nya, kemudian dilanjutkan dengan lirik Kalung Emas dan Suket Teki.

Penampilan Didi Kempot sempat disela dua lagu oleh penyanyi lain. Setelah itu Didi kembali tampil dengan melepas kemeja putihnya sehingga hanya tersisa kaos Briffest sebagai atasan. Pada sesi kedua ini Dedi tampil dengan lagu Pamer Bojo sekaligus sebagai penutup acara.

"Iki lagu sing paling mok tunggu [ini lagu yang paling kalian tunggu]," ucap Didi Kempot disambut dengan teriakan histeris penonton. Pamer Bojo menjadi penutup penampilan Didi Kempot di panggung tersebut.

Pimpinan BRI Wilayah Yogyakarta Dedi Juhaeni mengatakan pihaknya sengaja mengundang Didi Kempot dalam event tersebut karena saat ini penyanyi campursari itu sedang menjadi magnet hiburan di Indonesia. Saat ini justru sosok Didi Kempot menjadi sangat digandrungi anak muda milenial, sehingga banyak yang berbondong-bondong datang di setiap konsernya. Tak terkecuali dengan acara Briffest yang dihelat di Gedung JEC tersebut, kehadiran Didi Kempot menjadi hiburan tersendiri bagi para peserta.

"Kalangan tua juga cocok tetapi saat ini justru menjadi magnet anak muda milenial, yang lebih hafal, mengerti lagu-lagunya justru anak milenial dan ini sejalan dengan upaya kami untuk menghadirkan peserta, dan mereka sangat antusias dan terhibur," ucapnya.

Begitu juga kehadiran Andra And The Backbone, kata dia, sudah jelas mewakili sebagian besar kalangan milenial. Sehingga kedua kelompok pemusik ini sama-sama mampu menghadirkan anak milenial yang sejalan upayanya dalam merespons tantangan di era milenial. Salah satunya terkait transformasi organisasi, seperti saat ini masyarajat lebih banyak bertransaksi dengan m-banking yang mengalami kenaikan selama tiga tahun terakhir.

Sehingga proses digitalisasi tidak boleh tertinggal, petugas yang ada di kantor ke depan mungkin bisa dirubah menjadi advisor seiring banyaknya masyarakat yang memiliki transaksi lewat ponsel.

"Setiap insan BRI diikuti dengan mulai dari individu, bagian, unit kerja, kantor wilayah itu harus melakukan transformasi, harus berubah kalau tidak, zaman berubah sendiri. Kami sudah punya SOP, tetapi setiap saat harus direview dirubah, bukan berarti yang lama tidak bagus, tetapi memang bagus pada zamannya," katanya.

Ia mengatakan Briffest merupakan event silaturahmi yang diikuti sebanyak 9.000 orang yang merupakan karyawan BRI delapan cabang di DIY dan Klaten, Jawa Tengah. "Ini bentuk syukur sehingga diimplementasikan dengan silaturahmi, percuma kan kalau datang ke sini tetapi enggak silaturammi, sekaligus mencari hiburan, siapa tahu dapat doorprize juga," ucapnya.