Advertisement

Survei: Generasi Muda Masih Suka Nonton Film Nasional

Dionisio Damara
Jum'at, 17 Januari 2020 - 00:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Survei: Generasi Muda Masih Suka Nonton Film Nasional Direktur Komunikasi SMRC, Ade Armando, setelah memaparkan hasil survei pada Kamis (16/1 - 2020) di Djakarta Theatre, Jakarta

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Film nasional mampu bersaing dengan film asing, khususnya pada segmentasi pasar anak muda. Temuan tersebut berdasarkan survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Berdasarkan hasil survei yang melibatkan 1.000 responden ini, sebanyak 67% generasi muda berusia 15-38 tahun menyatakan telah menonton setidaknya satu film nasional dalan setahun terakhir. Adapun, hanya 55% responden yang menonton film asing. 

Direktur Komunikasi SMRC, Ade Armando, mengatakan bahwa film nasional mampu menjawab kebutuhan penonton di Indonesia, meski harus menghadapi gempuran film-film asing. 

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Temuan ini menjawab keraguan tentang kecintaan anak muda Indonesia pada film nasional," ujar Ade saat peluncuran riset yang diselenggarakan SMRC bersama Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI), di Jakarta pada Kamis (16/1/2020) sore. 

Tak hanya itu, kecenderungan menyukai film nasional kian menguat di kalangan kelompok usia paling muda, yakni 15-22. Terdapat 81 persen dari kelompok usia tersebut menyatakan bahwa menonton satu film nasional, sementara 51%  menonton tiga kali film nasional di bioskop dalam setahun terakhir. 

Ketua Umum APFI Chand Parwez menyampaikan bahwa perfilman Indonesia memang menunjukkan pertumbuhan sejak 2016. Dia bersama APFI pun berkomitmen untuk menghadirkan karya-karya yang diminati penonton film di bioskop. 

"[Kami] berinvestasi dengan terus menghadirkan variasi genre dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang usaha, khususnya eksibitor, bidang kreatif, komunitas, dan pendidikan," tuturnya.

Dengan demikian, lanjutnya, kerja sama itu mutlak dibutuhkan untuk meningkatkan peluang agar market share film Indonesia semakin tinggi.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Peringkat Pertama Keterbukaan Informasi, Pemkot Jogja Berjanji Tingkatkan Pelayanan

Jogja
| Kamis, 29 September 2022, 21:17 WIB

Advertisement

alt

Jadi Dosen di UGM, Ini yang Diajarkan Prilly Latuconsina ke Mahasiswa

Hiburan
| Kamis, 29 September 2022, 19:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement