Ini 7 Tradisi Unik saat Imlek di Indonesia

Ini 7 Tradisi Unik saat Imlek di IndonesiaIlustrasi penjual mainan barongsai menjajakan barang dagangannya di sela-sela Karnaval Budaya Cap Go Meh di Jakarta beberapa waktu lalu./JIBI/Bisnis Indonesia - Dwi Prasetya
19 Januari 2020 11:27 WIB Newswire Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Perayaan Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili tahun ini jatuh pada hari Sabtu (25/1/2020). Di Indonesia, sejumlah tradisi unik dilakukan masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Imlek. 

Dilansir Okezone yang dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini sejumah tradisi unik yang dilakukan masyarakat Tionghoa dalam merayakan Tahun Baru Imlek: 

1. Bersih-Bersih Rumah Sebelum Imlek

Tradisi bersih-bersih rumah dilakukan masyarakat tionghoa satu hari menjelang imlek. Hal tersebut dimaksudkan untuk membuang semua keburukan dan hal negatif yang akan menghambat keberuntungan. Selain itu, membersihkan rumah pada saat imlek dipercaya akan membuang keberuntungan pada tahun tersebut.

2. Berkumpul dan Makan Bersama Keluarga

Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi momen berkumpul bersama keluarga. Tradisi ini menggambarkan rasa syukur kepada Tuhan dan berdoa agar rezeki bertambah di tahun baru. Di momen ini pula para keluarga bisa berkumpul dan berkomunikasi lebih dekat.

Dengan menyantap aneka hidangan khas Imlek yang ada di tengah meja. Beberapa makanan tradisional yang disuguhkan dan dipercaya akan membawa keberuntungan dalam menyambut hari istimewa itu. Beberapa makanan yang ada di perayaan Imlek anatara lain yu sheng, ikan, buah jeruk, mi goreng, kue keranjang dan kue lapis.

3. Tradisi Makan Yu Sheng

Yu Sheng merupakan salah satu menu khas Imlek yang tidak boleh terlewat. Indonesia mengadopsi makanan tersebut karena memiliki makna yang unik.

Yu Sheng merupakan makanan berbahan baku utama ikan dan sayuran yang diberi bumbu-bumbu seperti kayu manis, wijen, minyak ayam, lada putih dan saus plum. Setiap bahan makanan di Yu Sheng memiliki makna dan mewakili doa serta harapan dalam menjalani tahun berikutnya.

Sebelum menyantap Yu Sheng diharuskan menuang taburan bumbu dan saat proses pengadukan makanan juga harus diangkat setinggi mungkin. Proses itu menunjukkan doa dan rezeki yang akan diperoleh kedepannya, semakin berantakan hidangan Yu Sheng di atas meja maka kian sedikit keberuntungan yang di dapat di tahun berikutnya.

4. Sembayang Imlek

Bagi orang Tionghoa yang memegang kepercayaan Konghucu, saat Imlek melakukan sembayang leluhur sehari sebelum Imlek. Sembayang leluhur dilakukan dengan memberikan persembahan makanan dan minuman seperti arak dan teh.

Sementara itu, di pagi Imlek ada tradisi sembayang ke klenteng untuk memanjatkan syukur dan meminta perlindungan di tahun baru.

5. Membeli Barang Merah

Warna merah merupakan salah satu ciri khas dalam perayaan Imlek. Warna merah sendiri melambangkan sesuatu yang kuat dan membawa hoki. Selain itu warna merah juga dipercaya dapat mengusir nian yang keluar saat musim semi atau tahun baru Imlek. Itulah mengapa masyarakat tionghoa menghias rumah, aksesoris dan menggunakan pakaian berwarna merah pada saat imlek.

6. Bagi-Bagi Angpao

Tradisi bagi-bagi angpao biasanya menjadi hal yang paling ditunggu oleh anak-anak saat perayaan Imlek. Bagi-bagi angpao dipercaya akan memperlancar rezeki di kemudian hari sekaligus transfer energi dan kesejahteraan.

Pemberian angpao diberikan oleh orang yang telah menika. Jadi selain anak-anak, orang yang belum menikah pun masih berhak menerima angpao sebagai bentuk doa agar segera mendapat jodoh sekaligus rezeki.

7. Petasan dan Pesta Kembang Api

Petasan dan kembang api identik dengan sebuah perayaan besar dan mampu memeriahkan suasana. Namun dalam perayaan imlek, membakar petasan di hari Imlek dapat mengusir nasib-nasib buruk ditahun sebelumnya dan mengharapkan tahun baru lebih bahagia dan baik.

Selain itu, naga dan barongsai dipercaya sebagai lambang kebahagiaan dan kesenangan. Tarian tersebut dipercaya salah satu cara mengusir roh-roh jahat yang akan mengganggu manusia.

Sumber : Okezone