Virus Corona, Driver Taksi Online di Singapura Bikin Ruang Isolasi dalam Mobilnya

Virus Corona, Driver Taksi Online di Singapura Bikin Ruang Isolasi dalam MobilnyaSopir taksol bikin ruang isolasi dalam mobil./Facebook - Xiao Ma Bay/Suara.com
08 Maret 2020 00:37 WIB Newswire Hiburan Share :

Harianjogja.com, SINGAPURA - Di tengah wabah virus Corona, masyarakat punya ide sendiri untuk 'mengamankan diri'. Seperti di Singapura, ada seorang sopir taksi online (taksol) membuat ruang 'isolasi' dalam kendaraannya. 

Kisah sopir taksol tersebut viral di media sosial, setelah dibagikan oleh pengguna Facebook Xiao Ma Bay belum lama ini.

Dalam unggahan itu, Xiao bercerita mengalami kejadian unik saat memesan Grab dari Hougang menuju pusat perbelanjaan Kinex di Paya Lebar. Ia tercengang dengan kelakukan sopir taksol yang mengantarnya.

Xiao membagikan swafoto dirinya ketika berada dalam mobil yang memiliki desain berbeda dar kendaraan pada umumnya. Tampak seorang sopir taksol yang memakai kemeja biru duduk di belakang kemudi. Namun di belakang dan samping tempat duduk sopir tersebut terpasang plastik bening berukuran besar.

Plastik itu menjulur dari atas sampai bawah kursi sehingga mirip seperti ruang isolasi. Sopir itu disebut-sebut menghindari kontak langsung dengan penumpang untuk mencegah penularan virus Corona.

Tak hanya ruang isolasi, dalam mobil itu juga disediakan hand sanitizer bagi penumpang. Benda itu terpasang di bagian belakang kursi penumpang.

Kontan saja, aksi sopir taksol tersebut mengundang atensi warganet yang justru memberikan komentar lucu seperti berikut. "Aku hanya penasaran bagaiman cara penumpang membayar sopir itu," kata Silver Moon.

"Serius ini? Poin penting dari aksi ini adalah bagaimana cara melakukan pembayaran," timpal Raiden Francois Hadi.

"Bagaiman dia mengambil uang saat penumpang membayar tunai?"celoteh Fadominic Olsen.

Pemerintah Singapura mengawal dengan ketat orang-orang yang masuk ke negara tersebut dengan pengecekan temperatur baik melalui transportasi darat, laut, hingga udara.

Singapura juga menggunakan mekanisme pelacakan kontak yang canggih untuk melacak siapa saja orang yang berhubungan dengan para pasien positif Corona. Kemudian, merumahkan orang-orang yang baru datang dari China selama 14 hari.

Seperti yang dinyatakan dalam Straits Times, Pemerintah Singapura memberikan empat masker untuk setiap keluarga di mana masker hanya digunakan saat merasa sakit.

"Kami akan memiliki persediaan masker yang cukup di Singapura, asalkan kita semua menggunakannya secara bertanggung jawab, " kata Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong seperti dikutip dari BBC.

Dia menambahkan, "Anda hanya perlu mengenakan masker jika tidak sehat dan harus pergi menemui dokter. Mereka yang sehat tidak perlu memakai masker", tambahnya.

Untuk memberikan informasi dengan cepat dan menghindari berita palsu, pemerintah membuat WhatsApp Group yang akan memberikan pembaruan informasi terkait Corona.

Pemerintah bahkan membersihkan seluruh asrama kampus untuk dijadikan sebagai ruang karantina pasien dengan begitu cepat.

Sumber : Suara.com, BBC