Daniel Radcliffe Membantah Terinfeksi Virus Corona

Daniel Radcliffe Membantah Terinfeksi Virus CoronaDaniel Radcliffe - thetimes.co.uk
11 Maret 2020 21:27 WIB Newswire Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Aktor Daniel Radcliffe membantah terjangkit virus Corona (Corona-19). Sebelumnya, beredarnya hoaks yang menyebut pemeran Harry Potter tersebut positif mengidap virus tersebut.

"Hal itu tidak benar," kata perwakilan Radcliffe kepada media, dikutip dari E!News, Rabu (11/3/2020).

Pada Selasa (10/3), sebuah akun Twitter palsu yang mengatasnamakan sebagai akun media Inggris BBC, mengklaim bahwa aktor "Harry Potter" itu dinyatakan positif mengidap virus corona.

"BREAKING: Daniel Radcliffe dinyatakan positif untuk virus corona. Aktor ini menjadi selebritas pertama yang dikonfirmasi secara publik (mengidap COVID-19)," cuit akun bodong bernama @BBCNewsTonight yang telah dihapus itu.

Sejak itu, akun tersebut juga telah ditangguhkan (deactivated) karena melanggar aturan dan pedoman dari Twitter.

Cuitan itu ada di platform Twitter setidaknya selama tujuh jam. Menurut CNET, tweet tersebut dibagikan setidaknya 762 kali dan memiliki sekitar seribu "like" sebelum dihapus.

Menurut Buzzfeed News, tautan yang disertakan bersama dengan tweet palsu itu akan mengarahkan pengguna ke situs bertajuk "BBC News Alerts", namun tampaknya tidak diperbarui sejak 2017.

Meskipun akun tersebut hanya memiliki 125 pengikut, akun itu diperkuat dan di-retweet oleh koresponden Gedung Putih untuk The New York Times, Maggie Haberman dan direktur editorial digital di Politico, Blake Hounshell.

Sejak itu, kedua jurnalis tersebut meminta maaf karena membagikan pos palsu.

"Aku minta maaf, karena tertipu oleh akun BBC palsu," cuit Hounshell.

Sementara Haberman mengatakan, "Sebelumnya hari ini, saya me-retweet akun BBC palsu dan langsung me-unretweet ketika diketahui bahwa itu salah. Saya minta maaf."

Sementara itu, Washington Post sebelumnya melaporkan bahwa menurut laporan yang tidak dipublikasikan dari Departemen Luar Negeri pada Februari, terdapat sekitar 2 juta tweet telah menyebarkan teori konspirasi tentang virus corona selama tiga minggu.

Sumber : Antara