Rindu Mudik ke Jogja? Obati dengan Koleksi Prangko "Romantisme Jogja"

Rindu Mudik ke Jogja? Obati dengan Koleksi Prangko Prangko "Romantisme Jogja". - Ist/Dok
13 Mei 2020 18:37 WIB Nina Atmasari Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Dalam rangka melaksanakan imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing (hindari kerumunan) selama pandemik COVID-19 ini, PT Pos Indonesia bersama dengan fotografer terkemuka Indonesia Fauzie Helmy meluncurkan Prangko dengan tajuk “Romantisme Jogja” secara daring atau online.

Prangko Romantisme Jogja ini menampilkan keindahan Kota Jogja dengan sentuhan Toy Fotografi dengan tampilan enam desain prangko dengan objek mainan anak berlatar belakang keindahan Kota Jogja.

Prangko ini diluncurkan pada tanggal, 6 Mei 2020 dalam rangka peringatan 180 Tahun Prangko Dunia yang dulu terbit pertama kali pada tanggal, 6 Mei 1840.

Kepala Kantor Pos Yogyakarta, Aulia Pribadi Ananda mengatakan dalam situasi pandemi Covid-19, peluncuran benda filateli ini dilakukan secara daring (online) pada tanggal 6 Mei 2020.

Dicetak oleh PT Pos Indonesia sejumlah 100 eksemplar, Prangko Prisma berlatar belakang Kota Jogja dengan Kemasan Filateli Eksklusif ini dijual dengan harga Rp150.000. "Prangko ini dapat dipesan melalui online Kantor Pos Jogja,” kata Aulia, dalam rilisnya, Rabu (13/5/2020).

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Yetti Martanti menyambut gembira penerbitan prangko Prisma dengan tajuk “Romantisme Jogja” dengan menampilkan foto Jogja dan kolaborasi Toy Fotografi karya Fauzie Helmy.

“Prangko ini bisa sebagai penawar rindu berwisata ke Kota Jogja di kala belum bisa pergi berlibur selama pandemi Covid-19 ini,” ungkap Yetti.

Ketua Bidang Komunikasi Pengurus Pusat Perkumpulan Filatelis Indonesia, Uul Jihadan menambahkan bahwa saat Pandemi Covid-19 bisa dimanfaatkan untuk menata koleksi-koleksi kita di rumah, salah satunya Koleksi Filateli.

“Kegiatan Filateli menjadi obat kebosanan dan menjadi kesibukan saat kita di rumah saja. Dan Prangko Prisma Romantisme Jogja menjadi tambahan koleksi kita kenangan saat Pandemi Covid-19,” imbuh Uul Jihadan. (*)