Prambanan Jazz Online, Konser Virtual Pertama Berlatar Candi Prambanan

Prambanan Jazz Online, Konser Virtual Pertama Berlatar Candi PrambananCEO Rajawali Indonesia sekaligus Founder Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi dalam konferensi pers daring pada Jumat (17/7/2020) terkait konser virtual Prambanan Jazz Online yang akan diselenggarakan pada Sabtu (18/7/2020) sore. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
18 Juli 2020 05:17 WIB Lajeng Padmaratri Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Ribuan penonton yang telah membeli tiket konser Prambanan Jazz Festival 2020 harus menahan diri. Sebelum bisa menyaksikan konser jazz berlatar Candi Prambanan pada akhir Oktober mendatang, mereka akan disuguhi penampilan tiga musisi Jogja secara virtual di Prambanan Jazz Online.

Prambanan Jazz Festival (PJF) menginjak tahun keenamnya pada 2020. Konser jazz prestisius ini selalu menghadirkan barisan musisi yang mampu mengundang ribuan pecinta musik jazz untuk turut serta menikmati sajian musik di panggung berlatar Candi Prambanan.

BACA JUGA: 21.173 Pesantren Terima Bantuan Dana Covid-19 Rp2,599 Triliun

Namun, tahun ini berbeda. Pandemi Covid-29 membuat rencana penyelenggaraan konser Prambanan Jazz Festival 2020 yang semula dijadwalkan tanggal 3, 4, dan 5 Juli 2020 ditunda. Rajawali Indonesia selaku promotor mengundurnya menjadi tanggal 30-31 Oktober dan 1 November 2020.

Guna mengobati kerinduan masyarakat pada Prambanan Jazz Festival yang ditunda dari jadwal semula, promotor akan lebih dulu mengajak masyarakat menikmati sajian konser virtual bertajuk Prambanan Jazz Online pada Sabtu (18/7/2020) ini. Nantinya, pembeli tiket akan bisa menikmati konser musik jarak jauh, namun tetap disiarkan dari Candi Prambanan.

“Kami akan adakan konser livestreaming langsung dari venue tercantik di dunia, Candi Prambanan," tutur CEO Rajawali Indonesia sekaligus Founder Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi kepada awak media dalam konferensi pers daring, Jumat (17/7/2020).

BACA JUGA: Pengusaha Takut Pemulihan Ekonomi Lambat karena Serapan Anggaran Kesehatan Rendah

Ia mengklaim konser virtual Prambanan Jazz Online yang akan diselenggarakan pada Sabtu sore ini adalah konser virtual yang langsung dari venue pertama kali di Indonesia, karena biasanya konser virtual dilakukan di studio atau di rumah.

Prambanan Jazz Online akan disiarkan live streaming di aplikasi iKonser, Usee TV GO, dan kanal iKonser pada layar TV IndiHome. Konser ini akan berlangsung pada Sabtu sore mulai pukul 15.30 WIB sampai saat matahari menjelang terbenam.

Ada tiga penampil yaitu Rio Febrian, Frau, dan Langit Sore. Rio Febrian cukup sering tampil di Prambanan Jazz Festival sebelumnya. Frau dinilai punya basis penggemar dari kalangan indie yang cukup kuat. Sementara, Langit Sore sebagai pendatang baru dinilai punya hits yang banyak digemari. Yang perlu dicatat, ketiganya merupakan warga Jogja.

Nemilihan musisi ini memang mempertimbangkan kemudahan akomodasi di tengah pandemi. Namun, Anas merasa ketiganya sangat layak dan sudah mewakili untuk tampil di Prambanan Jazz Online. Terlebih, menurutnya pandemi ini harus direspon dengan cepat walaupun tidak sesempurna event sebelum pandemi.

"Lewat Prambanan Jazz Online ini, kami ingin mengingatkan bahwa Prambanan Jazz 2020 tetap ada," kata Anas.

Ia mengakui cukup kesulitan menghadapi pandemi ini. Industri musik terutama konser sangat terpukul. Dampaknya ia rasakan sangat luar biasa. Tak hanya artis yang tak bisa tampil di panggung, melainkan kru event dan promotor juga harus vakum lantaran tidak ada konser.

Namun, ia berusaha bangkit dan beradaptasi. Adanya penerapan protokol kesehatan membuat kru konser musik juga harus mengikutinya demi keberlangsungan acara. Ia terus berupaya supaya industri konser musik tidak berhenti, salah satunya dengan konser virtual.

"Memang dalam kondisi seperti ini kami harus membuat skala prioritas yang ketat. Nah, prioritas kami adalah karyawan, kami pertahankan sampai sekarang, kami belum mem-PHK karyawan maupun mengurangi haknya. Karena kami pikir yang sebelumnya membesarkan Rajawali adalah karyawan dan freelance jadi kami jaga sampai hari ini," ungkapnya.

BACA JUGA: Kapolri Copot Dua Jenderal Polisi yang Terlibat Kasus Djoko Tjandra

Dia mengakui banyak orang yang bergantung pada industri ini, sehingga hal itu justru menjadi cambuk baginya untuk kembali bangkit dan berpikir kreatif supaya bisa direspon positif. Penyelenggaraan konser ini pun tak hanya berkoordinasi dengan Kemenparekraf, tetapi juga Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk pengajuan rekomendasi.

Mulanya, konser virtual ini akan diselenggarakan tepat pada rencana awal Prambanan Jazz Festival 2020 yaitu pada 4 Juli 2020. Namun, lantaran perizinan baru turun pada 3 Juli, ia mundurkan konser virtual ini menjadi 18 Juli besok.

Semula konser virtual ini juga direncanakan akan menjadi Tribute to Glenn Freddly. Namun, pihaknya mengurungkannya karena setelah berbincang dengan manajemen Glenn, pihak manajemen dan keluarga berencana menyelenggarakan Tribute to Glenn Freddly sendiri.

"Walaupun konser virtual tidak ada penonton di depan panggung, kami sangat bangga karena kita terus bergerak, tidak boleh berhenti tentunya dengan kebiasaan baru," terangnya.

Menurutnya, ada 17.000 penonton yang akan menyaksikan konser virtual ini. Mayoritas dari mereka adalah pembeli tiket Prambanan Jazz Festival 2020. Mereka mendapatkan privilese untuk bisa mendapatkan link live streaming melalui surel. Sementara, bagi yang belum membeli tiket Prambanan Jazz Festival 2020, bisa menonton Prambanan Jazz Online dengan mengakses live streaming di aplikasi iKonser, Usee TV GO, dan kanal iKonser pada layar TV IndiHome.

Direktur Utama Rajawali Indonesia, Tovic Raharja menuturkan pelaksanaan teknis konser virtual ini secara umum sama dengan konser lainnya. "Kami memakai standar broadcasting, ada panggung untuk musisi tampil dan akan disiarkan secara livestreaming," kata Tovic.

Ia memastikan seluruh musisi dan kru yang terlibat menerapkan protokol pencegahan Covid-19. "Ini akan jadi pilot project untuk Kemenparekraf sebagai percontohan bahwa kita banyak event yang dibatalkan tahun ini tapi Rajawali Indonesia bisa menawarkannya dengan konsep yang berbeda dengan adaptasi di Prambanan Jazz Online," ujar Tovic.

Anas menambahkan bagi penonton tak perlu khawatir tayangan konser virtual ini akan terganggu sinyal karena pihaknya telah bekerjasama dengan Telkom Indonesia untuk penyediaan jaringan terbaik dengan metro ethernet. "Urusannya udah sama satelit, nggak ada istilah putus-putus atau koneksi lambat," tegasnya.

Ia juga memastikan promotor telah menggunakan teknologi terbaik dengan sembilan kamera termasuk kamera jimmy jib. Sembilan kamera ini akan menampilkan pemandangan menarik, salah satunya matahari terbenam di Candi Prambanan. Sehingga konsep ini menurutnya akan membedakan Prambanan Jazz Online dengan konser virtual yang lain.

Anas mengakui, menonton konser dari genggaman gawai pasti memiliki sensasi berbeda ketimbang menonton konser langsung di depan panggung. Maka ia mengingatkan bagi penonton tips paling sederhana untuk menonton konser besok sore. "Nontonnya pakai headset, karena kami pakai sound broadcast, jadi akan lebih bagus audionya ketika didengarkan lewat headset," pungkasnya.

Sementara, Prambanan Jazz Festival 2020 tiga bulan mendatang rencananya akan menampilkan sederet artis dari mancanegara dan juga musisi Tanah Air. Mulai dari Andmesh, Nadine Amizah, Reality Club, Once Mekel, Eva Celia, Isyana Sarasvati, Joko in Berlin, Egha De Latoya, Reza Artamevia, Sinten Remen (Tribute to Djaduk Ferianto), Ardhito Pramono, Janapati (Dewa Budjana dan Tohpati), Yura Yunita, dan sejumlah artis lainnya.