Model Cantik Catherine Wilson Konsumsi Sabu-Sabu, Ini Bahayanya

Model Cantik Catherine Wilson Konsumsi Sabu-Sabu, Ini BahayanyaCatherine Wilson - Instagram
18 Juli 2020 08:27 WIB Mia Chitra Dinisari Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Model cantik Catherine Wilson ditangkap polisi karena kasus pemakaian narkoba. Jenis narkoba yang digunakan adalah sabu atau Metamfetamina.

Dikutip dari Wikipedia, metilamfetamina atau desoksiefedrin, disingkat met, dan dikenal di Indonesia sebagai sabu-sabu, adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik.

Obat ini dipergunakan untuk kasus parah gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian atau narkolepsi dengan nama dagang Desoxyn, tetapi juga disalahgunakan sebagai narkotika. "Crystal meth" adalah bentuk kristal dari metamfetamina yang dapat dihisap lewat pipa.

Dikutip dari duniabebasnarkoba.org, psikotropika jenis ini, memiliki dampak buruk jangka pendek ataupun jangka panjang pada pemakainya.

Saat digunakan, semua bentuk metamfetamin menghasilkan perasaan kenyamanan dan energi yang semu, sehingga pemakai akan cenderung memaksakan dirinya untuk melakukan sesuatu dengan lebih cepat dan lebih jauh dari yang seharusnya. Jadi para pemakai dapat merasakan “crash” yang parah atau kehancuran secara fisik dan mental setelah efek obat memudar.

Karena penggunaan narkoba ini dalam waktu lama mengurangi rasa lapar alami, pengguna akan mengalami penurunan berat badan yang luar biasa. Efek-efek negatif lainnya: pola tidur yang kacau, hiperaktif, rasa mual, delusi kekuasaan, lebih agresif dan sifat lekas marah.

Efek-efek lain yang mengkhawatirkan: insomnia, kebingungan, halusinasi, kecemasan, paranoia dan lebih agresif1. Dalam beberapa kasus, mengalami konvulsi yang dapat berakibat kematian.

Kerusakan jangka panjang

Dalam jangka panjang, penggunaan sabu menyebabkan kerusakan yang permanen. Peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, kerusakan pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan stroke atau detak jantung yang tidak teratur yang berakibat kerusakan kardiovaskular2 atau kematian; dan kerusakan pada liver (hati), ginjal dan paru-paru.

Para pengguna mengalami kerusakan otak, termasuk melemahnya daya ingat dan meningkatnya ketidakmampuan untuk memahami pemikiran abstrak. Yang sembuh biasanya disebabkan mengalami ingatan kosong dan ayunan suasana hati yang berlebihan.

Kerusakan akibat sabu dan efek jangka pendek 

Kehilangan nafsu makan
Peningkatan denyut jantung, tekanan darah dan suhu tubuh
Pupil mata yang membesar
Pola tidur yang terganggu
Rasa mual
Bersikap aneh, tidak terduga, terkadang bertindak keras atau kejam
Halusinasi, gembira yang berlebihan, sifat lekas marah
Panik dan psikosis
Dosis yang berlebihan dapat berakibat kejang-kejang dan kematian

Efek jangka panjang

Kerusakan permanen pada pembuluh darah di jantung dan di otak, tekanan darah tinggi, berakibat serangan jantung, stroke dan kematian
Kerusakan pada lever (hati), ginjal dan paru-paru
Kerusakan jaringan dalam hidung, bila dihirup
Masalah pernapasan bila dihisap seperti rokok
Penyakit-penyakit menular dan peradangan, bila disuntikkan
Kekurangan gizi, kehilangan berat badan
Kerusakan gigi yang parah
Disorientasi, apatis, kebingungan dan kelelahan
Ketergantungan psikologis yang besar
Psikosis
Depresi
Kerusakan otak mirip penyakit Alzheimer3, stroke dan epilepsi

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia