Pasca Geger karena Meragukan Foto Jenazah Covid-19, Kini Anji Keluhkan Sulitnya Sekolah Daring

Pasca Geger karena Meragukan Foto Jenazah Covid-19, Kini Anji Keluhkan Sulitnya Sekolah DaringAnji. - Ist/Instagram @duniamanji
29 Juli 2020 12:47 WIB Bernadheta Dian Saraswati Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sekolah jarak jauh dengan sistem online membuat sebagian orang tua kewalahan. Tak hanya masyarakat biasa, publik figur seperti musisi Erdian Aji Prihartanto atau dikenal Anji pun juga mengeluhkan sistem sekolah onlinne yang diterapkan selama pandemi Covid-19 tersebut.

Menurutnya, sistem sekolah online, khususnya untuk anak SD menyedot energi orang tuanya. Hal itu disampaikan oleh Anji melalui media sosial miliknya baik melalui akun Twitter maupun Instagram @duniamanji. Anji mengaku kesulitan dalam membantu anaknya mengikuti pelajaran sekolah online.

"KEREPOTAN SEKOLAH DARING. Slide 4 repotnya anak saya yang ASD (Autism Spectrum Disorder) ketika harus terapi daring.

Berdasarkan pengalamanmu, apa yang merepotkan dari sekolah daring?" tulis Anji seperti dikutip Harianjogja.com, Rabu (29/7/20200. 

Pria berusia 41 tahun itu juga mengeluhkan sistem sekolah online terutama bagi anak berkebutuhan khusus. Bagi masyarakat dengan penghasilan rendah, sistem sekolah seperti itu juga cukup membebani.

Dalam Instagramnya itu, Anji membagikan video saat sang istri membantu anaknya yang mengidap Autism Spectrum Disorder (ASD) menjalani terapi daring atau online. Sang anak tampak kesulitan saat harus mengikuti instruksi dari terapis yang dilakukan secara daring.

Hal yang sama juga ibgaikannya di Twitter.  "Ini video anak saya yang ASD (Autism Spectrum Disorder) ketika harus terapi daring. Sulit sekali," ungkapnya.

Keluhan dari Anji tersebut menuai beragam komentar dari warganet. Banyak warganet yang merasa sependapat dengan Anji, namun tak sedikit pula warganet yang menilai Anji tak mau direpotkan dalam pendidikan anak.

Baca Juga: Lagi, Artis Ditangkap karena Dugaan Prostitusi Online. Berinisial VS, Siapa Dia?

Padahal, dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus diperlukan campur tangan dari orang tua langsung agar memudahkan proses belajar anak.

"Saya terapis ASD mas. Memang sulit terapi online, tapi dalam basis normal pun harusnya ortu ikut 'repot; dalam terapi ASD. Kalau cuma mengandalkan terapis, terapi nggak akan terlalu ngefek. Nggak online juga nggak apa-apa, karena ada teknik terapi yang bisa diajarkan ke ortu buat diterapin di rumah. Kecuali kalau ortu nggak mau repot," ujar @math_isbad.

"Turut prihatin mas, tetap semangat. Di masa pandemi ini memang berat. Di sisi lain beban guru juga sama beratnya. Walau saya tahu persis kondisi guru-guru tersebut di lapangan karena saya seorang guru juga," ungkap @arthurriyan.

"Murid2 saya kasihan manji...ada yg gak ada sinyal gak punya kuota buat akses Internet dan materi pembelajaran, hp masih gabung sama kakak adik atau bahkan orang tua, hp dengan kapasitas ram kecil sehingga gak bisa buat download banyak aplikasi pembelajaran yg digunakan sebagai media PJJ. Dan banyak lagi.... Dan Jujur saya sedih. Disatu sisi saya ingin pembelajaran tetap berjalan. Disisi lain saya tidak ingin memberatkan anak didik saya. Semoga pandemi segera berlalu dan keadaan normal kembali. Aamiin Ya Robbal'alamin," tulis @diajeng-rieny dalam Instagram Anji. 

Sebelumnya, Anji juga pernah menjadi berbincangan karena meragukan keaslian foto jenazah yang dibungkus plastik karya fotografer Joshua Irwandi.

Baca Juga: PFI Kecam Pernyataan Anji yang Menganggap Foto Jenazah Covid-19 Janggal

Melalui akun Instagram-nya @duniamanji, vokalis ini mengaku melihat beberapa kejanggalan dari foto tersebut, salah satunya karena foto tersebut diunggah oleh akun-akun besar dalam waktu yang berdekatan.

"Tiba-tiba secara berbarengan foto ini diunggah oleh banyak akun-akun berfollower besar dengan caption seragam. Sebagai orang yang familiar dengan dunia digital, buat saya ini sangat tertata. Seperti ada KOL (Key Opinion Leader) lalu banyak akun berpengaruh menyebarkannya. Polanya mirip. Anak agency atau influencer/buzzer pasti mengerti," tulis Anji.

Tak hanya itu, ia pun mempertanyakan bagaimana bisa seorang fotografer memperoleh akses masuk ke dalam ruangan tersebut sementara keluarga pasien Covid-19 pada umumnya bahkan tak diperbolehkan masuk.

Sontak, kata-kata Anji ini memancing banyak warganet untuk berkomentar. Mereka merasa pernyataan tersebut cukup kontroversial.

Sumber : suara.com, Instagram