Polisi di Majalengka Pakai Cara Tak Biasa untuk Ajak Masyarakat Pakai Masker

Polisi di Majalengka Pakai Cara Tak Biasa untuk Ajak Masyarakat Pakai MaskerAnggota kepolisian turun langsung ke jalan untuk menyampaikan penggunaan masker pelindung. - Bisnis/Hakim Baihaqi
30 Juli 2020 17:47 WIB Hakim Baihaqi Hiburan Share :

Harianjogja.com, CIREBON - Anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) punya cara unik untuk mengajak warga tetap menjaga protokol kesehatan. Di Kabupaten Majalengka, tepatnya di sekitar Pasar Cigasong, sejumlah anggota kepolisian turun langsung ke jalan untuk menyampaikan salah satu upaya pencegahan wabah, yaitu penggunaan masker pelindung.

Namun‎, berbeda dengan sosialisasi sebelumnya, sejumlah anggota Polri ini tidak mengenakan seragam ‎berwarna cokelat, namun mengenakan kostum pewayangan pandawa lima, yaitu Puntadewa, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

Kehadiran polisi yang mengenakan kostum pewayangan tersebut, menjadi pusat perhatian bagi pengendara atau pun warga sekitar. Bahkan beberapa warga, terlihat ingin berswafoto dengan anggota Satuan Lalu Lintas Polres Majalengka itu.

‎Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso, menyebutkan, unsur kearifan lokal Jawa Barat itu sengaja ditampilkan untuk sosialiasi pencegahan Covid-19 dan dalam rangka Operasi Patuh Lodaya 2020 yang akan berlangsung 5 Agustus 2020.

Bismo menyebutkan,‎ sasaran kelima cosplay pewayangan tersebut adalah pengendara roda dua, para pelaku usaha, serta warga yang berbelanja di Pasar Cigasong.

‎"Lokasi pasar dipilih karena aktivitas masyarakatnya padat. Di situ pun kami untuk pakai masker selama beraktivitas," kata Bismo di Pasar Cigasong, Kabupaten Majalengka, Kamis (30/7/2020).

Bismo berharap, lewat aksi tersebut dapat menggugah kesadaran masyarakat lainnya, terutama yang setiap hari beraktivitas di luar rumah, sehingga protokol kesehatan tetap diterapkan di Kabupaten Majalengka.

Selain itu, lanjut Bismo, di lokasi pasar tersebut pun Polres Majalengka memberikan edukasi tentang tata tertib berlalu lintas serta cara pengetahuan berkendara yang baik serta benar.

"Meningkatkan kesadaran warga dalam mematuhi tata tertib berlalu lintas, menekan angka kecelakaan, dan mengurangi penyebaran wabah," kata Bismo. (K45)

Sumber : bisnis.com