Svara Sound of Nature, Aksi Seni dengan Protokol Ketat Cegah Covid-19

Svara Sound of Nature, Aksi Seni dengan Protokol Ketat Cegah Covid-19Pemusik Prince Husein tampil di acara Svara Sound of Nature di kawasan puncak 9 Bukit Ngisis, Nglinggo, Kalurahan Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh, Sabtu (19/9/2020).- Harian Jogja - Galih Eko Kurniawan
21 September 2020 16:17 WIB Galih Eko Kurniawan Hiburan Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pada Sabtu dan Minggu (19-20/9/2020), digelar simulasi pertunjukan seni budaya, Svara Sound of Nature, di puncak 9 Bukit Ngisis, Nglinggo, Kalurahan Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh.

Di bukit itu ada pentas musik, yoga, sinden, tari dan ada pula tur jip mengelilingi hutan pinus dan tanaman teh. Ada pula wisata edukasi berupa pengetahuan memetik teh dan menyangrai teh yang jadi tanaman unggulan penduduk Nglinggo.

Inisiator Svara Sound of Nature, Yudha Mahesa Sidharta, menuturkan semuanya dilakukan dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yang begitu ketat, baik panitia maupun peserta simulasi. Begitu pula dengan peralatan, baik peralatan pendukung acara sampai barang bawaan peserta simulasi.

“Semua panitia maupun peserta bahkan tamu undangan menjalani tes diagnostik cepat untuk bisa masuk ke kawasan puncak bukit,” ungkap Yudha, Sabtu. Ada sekitar 50 orang yang menjadi peserta simulasi.

Bagi Yudha, mengurusi 50 orang di masa pandemi ini setara dengan mengurusi hampir 5.000 orang di masa normal. Alasannya, 50 orang itu perlu mendapat penanganan yang ketat dari sisi protokol pencegahan Covid-19, mulai dari alat makan pribadi sampai tempat bermalam yang mesti disterilisasi.

Bupati Kulonprogo Sutedjo, yang hadir pada Sabtu malam, mengungkapkan penerapan protokol yang ketat diharapkan bisa menghindarkan penambahan kasus di wilayah Kulonprogo. Selama protokol dijalankan, penyelenggaraan perlu diizinkan jadi kesempatan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mengembangkan Nglinggo sebagai daerah penyangga Borobudur.

Kepala Sub Direktorat Penciptaan Event Deputi Bidang Pengembangan Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kiagoos Irvan Faisal mengungkapkan Svara Sound of Nature merupakan agenda kedelapan yang didukung Kemenparkraf dan jadi acara pertama yang dilakukan secara luring dengan melibatkan banyak orang meski jumlah peserta sudah dibatasi panitia.

“Secara konten bagus. Bisa menggerakkan komunitas lokal dan pekerja kreatif untuk berkarya lagi. Svara Sound of Nature bisa menjadi percontohan penyelenggaraan pertunjukan seni luring di tempat lain di Indonesia selama bisa menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dengan sangat ketat dan disiplin,” tuturnya.

Perwakilan dari Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) Oktavia Zamharin menyatakan kegiatan pada Sabtu dan Minggu itu bisa menjadi inspirasi dan semangat baru bagi para pegiat experiential learning maupun rekan-rekan yang bergerak di bidang pariwisata untuk mulai berkarya kembali.

“Apresiasi yang luar biasa atas dedikasi dan konsistensi bagi penyelenggara, peserta serta pihak lain yang terlibat dalam melaksanakan protokol kesehata. Semoga ke depannya semakin marak lagi kegiatan-kegiatan luar ruang sesuai protokol sehingga turut mendukung kemajuan pariwisata DIY,” ujarnya.