Jumlah Film Terbatas, Jaringan Cinema XXI Tak Bisa Buka

Jumlah Film Terbatas, Jaringan Cinema XXI Tak Bisa Buka Ilustrasi bioskop. - Solopos/Burhan Aris Nugraha
21 Oktober 2020 21:27 WIB Newswire Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Ditutupnya bioskop-bioskop jaringan Cinema XXI ternyata tak hanya gegara kekhawatiran persebaran Covid-19 di bioskop. Jumlah film yang terbatas jadi penyebab utama lain.

"Setelah mempelajari dan memperhitungkan lebih lanjut, kami memutuskan untuk menunda pembukaan bioskop kami di wilayah Ibu Kota. Salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan film yang akan ditayangkan, baik film Hollywood maupun film Nasional," kata Dewinta Hutagaol, Head of Corporate Communications & Brand Management Cinema XXI, Rabu (21/10/2020).

Beberapa bioskop yang sudah buka hari ini sudah mengantongi ijin dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setelah dilakukan penilaian terkait kesiapan pelaksanaan protokol kesehatan guna mencegah menyebarnya virus corona, Covid-19.

"Cinema XXI telah menerima Surat Keputusan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta," kata Dewinta tanpa menjelaskan hasil dari penilaian.

Jaringan bioskop CGV hari ini telah membuka empat jaringan bioskopnya setelah mendapatkan persetujuan dan penilaian dari Pemprov DKI Jakarta. Meski saat ini kapasitas bioskop hanya diperbolehkan 25%.

Empat bioskop tersebut adalah CGV Grand Indonesia, CGV AEON Mall Jakarta Garden City, CGV Green Pramuka Mall, serta CGV Transmart Cempaka Putih. Pembukaan bioskop merujuk pada Surat Keputusan no 268 tahun 2020 tentang pembukaan kembali usaha pariwisata di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Transisi bagi usaha bioskop, tertanggal 20 Oktober 2020.

Jaringan bioskop Cinema XXI di luar Jakarta sudah ada yang mendapatkan ijin dan rekomendasi dari sejumlah pemerintah daerah.

"Cinema XXI melakukan uji coba pembukaan kembali bioskop di Jatiland XXI, Ternate; Jayapura XXI; Transmart Pontianak XXI; TSM XXI, Bandung; Studio XXI, Banjarmasin; Big Mall XXI, Samarinda; Transmart Pangkal Pinang XXI," kata Dewinta.

Mematuhi Instruksi

Cinema XXI akan mematuhi instruksi dan arahan terkait batasan usia yang ditetapkan oleh masing-masing Pemerintah Daerah setempat.

"Saat melakukan uji coba pembukaan kembali bioskop, kami berupaya melakukan yang terbaik untuk menerapkan protokol kesehatan di lingkungan bioskop. Namun demikian, kerja sama dari para penonton setia juga dibutuhkan agar tercipta lingkungan yang aman dan nyaman. Untuk itu, marilah kita bersama-sama mendisiplinkan diri untuk menerapkan protokol kesehatan XXI New Habits saat berada di lingkungan bioskop," kata dia.

Seluruh pengunjung bioskop diharapkan untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak, dan menjaga kebersihan tangan selama berada di lingkungan bioskop, serta dianjurkan untuk tetap berada di rumah bila merasa kurang sehat.

Sampai dengan Januari 2020 jumlah layar Cinema XXI adalah 1.182 layar di 218 lokasi bioskop yang tersebar di 52 kota di seluruh Indonesia. Jumlah itu digadang-gadang akan terus berkembang untuk mencapai target 2.000 layar dalam lima tahun ke depan.

Tahun 2006, Cinema XXI melahirkan M-Tix untuk memfasilitasi pemesanan tiket bioskop secara online dan di tahun 2012 telah menghadirkan pengalaman menonton dengan teknologi revolusioner, yaitu IMAX teater.

Sumber : Antara