Multiverse Voyager Ajak Publik Nikmati Semesta Lain

Multiverse Voyager Ajak Publik Nikmati Semesta LainPerwakilan penyelenggara menggunakan kacamata virtual reality dalam peluncuran pameran virtual Multiverse Voyager di salah satu hotel di Sleman, Sabtu (21/11/2020).-Harian Jogja - Galih Eko Kurniawan
22 November 2020 07:47 WIB Galih Eko Kurniawan Hiburan Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Jagadmaya.id menyuguhkan hal baru untuk menikmati seni visual secara digital. Mengambil tempat di salah satu hotel di Sleman, pameran ini diluncurkan ke publik lewat www.jagadmaya.id pada Sabtu (21/11/2020) sampai 31 Desember 2020.

Pameran ini menyajikan karya visual para seniman dalam format 360. Karena itu, publik yang ingin menikmati disarankan menggunakan kacamata virtual reality (VR) agar bisa lebih merasakan pengalaman baru dalam menonton karya visual 360.

Perwakilan dari penyelenggara, Aan Fikriyan, menuturkan pameran yang baru pertama kali diselenggarakan jagadmaya.id ini mengambil tema Multiverse Voyager dengan menghadirkan seniman virtual Fajar Yudistira serta dua kelompok seniman virtual, UVISUAL dan JVMP.

“Pandemi mesti direspons dengan berbagai ruang. Jagadmaya.id ingin ajak publik memahami semesta itu sangat luas dan berevolusi,” ungkapnya dalam peluncuran pameran virtual Multiverse Voyager, Sabtu.

Aan dari Saab Production mengaku acara kali ini membuktikan ruang virtual itu sangat luas dan belum ada batasannya. Pameran menjadi cara dan karya para seniman virtual agar publik bisa bertemu semesta lainnya yang belum pernah ditemui serta jadi alat edukasi tentang kemajuan teknologi.

Salah satu kurator, Sapto Wibowo, mengungkapkan seni visual menjadi salah satu cara menjelajahi alam semesta yang tidak terbatas. Melalui teknologi 360, manusia bisa mengarungi alam semesta lain yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Project Director Jagadmaya.id, Ishari Sahida, menutirkan tema alam semesta selalu relevan diusung dalam peradaban manusia. Alam semesta selalu digambarkan dengan sangat besar dan tidak terbatas.

“Alam semesta tidak tunggal, ada semesta-semesta lain di luar tempat tinggal manusia sekarang,” ujar Ari Wulu, sapaan akrabnya. Dia mengaku ini bukan pameran virtual pertama yang ada tetapi segala mesin atau teknologi yang digunakan, baru pertama kalinya ada karena semuanya dimodifikasi.