JAFF Kinetik 2020, Gerakkan Komunitas Film di Tengah Krisis

JAFF Kinetik 2020, Gerakkan Komunitas Film di Tengah KrisisFestival Director JAFF, Ifa Isfansyah, dalam Konferensi Pers JAFF Kinetik 2020 secara daring, Sabtu (21/11). - Harian Jogja/Lugas Subarkah.
22 November 2020 20:37 WIB Lugas Subarkah Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Meski masih dalam situasi pandemi, untuk terus menggerakkan semangat ribuan komunitas film baik di Indonesia maupun Asia, Jogja Asia Film Festival (JAFF) kembali digelar tahun ini, dengan mengangkat tema besar Kinetik.

Festival Director JAFF, Ifa Isfansyah, menuturkan JAFF saat ini telah memasuki tahun ke-15. Sama dengan situasi saat ini, pelaksanaan JAFF pertama juga dalam kondisi krisis dimana saat itu terjadi gempa di Jogja tahun 2006, lima bulan sebelum penyelenggaraan.

Kemudian di tahun kelima, JAFF juga dilaksanakan dalam situasi krisis oleh letusan Gunung Merapi. “Justru kami temukan festival sangat dibutuhkan di tengah-tengah krisis atau bencana, untuk bangkitkan energi semua yang ada di teritori festival,” ujarnya dalam Konferensi Pers JAFF Kinetik 2020, secara daring, Sabtu (21/11/2020).

BACA JUGA : Sekolah Film Kulonprogo Sukses Produksi 4 Film Pendek

Tema Kinetik dipilih sebagai symbol energi gerak para pembuat film meski sedang dalam kondisi terpuruk akibat pandemi. Selain itu, Kinetik juga merupakan komponen dalam sebuah film, yakni gambar bergerak, yang juga diharapkan mampu menggerakkan penontonnya.

JAFF Kinetik 2020 akan menghadirkan sekitar 130 film yang terdiri dari 57 film panjang dan 71 film pendek, dari 29 negara di Asia. Berlangsung pada 25-29 November, festival tahunan ini akan digelar secara online dan offline, di 15 kota di Indonesia. Pendistribusian pemutaran film ini untuk menghindari terjadinya pengumpulan masa di Jogja, mengingat basis peserta JAFF terdiri dari berbagai komunitas film di berbagai daerah di Indonesia.

Executive Director JAFF, Ajish Dibyo, menjelaskan pemutaran film secara online bisa diakses melalui Klik Film, dengan jadwal dan registrasi tertera di website jaff-filmfest.irg. Untuk pemutaran film offline, pemesanan tiket dilakukan sehari sebelum pemutaran, dengan jumlah penonton dibatasi 40 orang dan penerapan protokol kesehatan.

BACA JUGA : Sekolah Film Kembali Digelar, Peserta Bakal Produksi Film

Pemutaran film dibuka dengan film Mekong 2030, karya kolaboratif dari lima sutradara dari lima negara, Laos, Myanmar, Kamboja, Vietnam dan Thailand. Film ini merupakan antologi lima cerita yang menggambarkan masa dengan sungai Mekong melalui berbagai perspektif kultural.

Pemutaran film ditutup dengan film You and I, karya Fanny Chotimah. Film ini berkisah tentang Kamilah dan Kusdalini, mantan tahanan politik yang bertemu di penjara. Sejak itu mereka hidup bersama hingga lebih setenghah abad hingga menjadi renta dan menghadapi perjuangan terakhir

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami akan hadirkan program Public Lecture. Diskusi mengenai tema kinetic, kemudian menghadirkan Master Class bersama Mira Lesmana. Program non screening ini kami lakukan secara taping, dapat ditonton di Klik Film,” ungkapnya.