Festival Gugus  Bagong 2020 Hadir pada 18-21 November 2020

Festival Gugus  Bagong 2020 Hadir pada 18-21 November 2020Kurator Doni Maulistya dalam proses digitalisasi arsip fotografer Sito Adhi Anom. - Istimewa
24 November 2020 15:17 WIB Media Digital Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) sejak tahun 2018 menyelenggarakan festival seni  pertunjukan Gugus Bagong yang dilangsungkan setiap dua tahun sekali. Memiliki tujuan untuk  menghadirkan ruang dialog seni, pergerakan Gugus Bagong merefleksikan perjalanan pemikiran dan  transfer pengetahuan, sekaligus memproyeksikan masa depan seni pertunjukan.

Festival Gugus  Bagong 2020 akan hadir pada tanggal 18 - 21 November 2020 dengan menghadirkan presentasi  pertunjukan, diskusi, dan presentasi arsip. Tak lepas dari pengaruh kondisi pandemi dan  keberhasilan PSBK dalam eksplorasi dan eksperimentasi alih media seni dan alih wahana, festival ini  dapat dinikmati oleh siapa saja secara daring dan gratis melalui situs gugusbagong.psbk.or.id  dengan cara meregistrasikan diri pada situs tersebut.

TRANSISI ditempatkan sebagai kerangka tema kuratorial pada Gugus Bagong 2020. Tema ini dapat  diartikulasikan melalui ragam pengertian, macam-macam cara, keragaman ide, pandangan dan  moda artistik pada karya-karya yang nantinya akan dihadirkan. Persalinan medium yang terjadi pada  ranah seni pertunjukan saat ini turut merubah perspektif penonton dalam menikmatinya. Melalui  mata kamera dan sinema sebagai perspektif tentu menjadi pertimbangan dalam cara baru  menonton sebuah seni pertunjukan. Dari persalinan ini, publik diharapkan dapat melihat transisi seni  pertunjukan di level medium, praktik, dan diskursusnya. 

Gugus Bagong 2020 akan menghadirkan tiga program, di antaranya adalah Rubik: Presentasi Karya  Pertunjukan dan Bincang Karya, Mozaik: Bincang Gugus (webinar), dan Pranala: Presentasi Visual  Berbasis Arsip. Presentasi Karya Pertunjukan di program Rubik akan menampilkan hasil dari proses  inkubasi dalam penciptaan karya beberapa kelompok seniman yang dipilih melalui jalur penjaringan  karya mandiri dan jalur kolaborasi seniman individu. Setiap karya pertunjukan nantinya juga akan  dihadirkan dengan sesi Bincang Karya bersama seniman, kurator, dan penanggap dari seni  pertunjukan dan praktisi sinema.

Dihadirkan juga program Mozaik: Bincang Gugus yang akan  memperbincangkan pengetahuan dan gambaran seputar arena di balik layar seni pertunjukan, mulai  dari mengenal seluk beluk peran di balik kesuksesan sebuah karya pertunjukan sampai pengetahuan  dan pengalaman narasumber tentang lanskap makro seni pertunjukan. Selain program pertunjukan,  Gugus Bagong juga turut menyajikan Presentasi Arsip Koleksi PSBK dalam program Pranala yang  hadir pertama kali pada tahun ini untuk melengkapi pembacaan realita yang terjadi dalam tubuh  pertunjukan sebagai sebuah peristiwa, melalui tatapan ruang apresiasi dan kritik.

Di dalamnya akan  menampilkan beragam kliping koleksi perpustakaan PSBK, mulai dari hadirnya Pagelaran Gugus  Bagong di tahun 80-an, karya-karya monumental Bagong Kussudiardja (BK), hingga pergerakan BK  dalam lingkup sosial-politik-budaya di Kota Jogja. (ADV)