Sutradara Film Melankolia Angkat Kisah Kecelakaan Pesawat, Ini Alasannya

Sutradara Film Melankolia Angkat Kisah Kecelakaan Pesawat, Ini Alasannya Salah satu gambar penggalan Generasi 90an: Melankolia tampak pemain memerankan menunggu informasi korban kecelakaan pesawat dengan setting ruang tunggu bandara. - Harian Jogja/Sunartono.
11 Desember 2020 05:37 WIB Sunartono Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah film bertajuk Generasi 90an: Melankolia segera diluncurkan ke bioskop pada Desember 2020 ini setelah sempat terhenti selama beberapa bulan akibat pandemi Covid-19. Film ini mengangkat sosok Abby yang kehilangan kakaknya, Indah, akibat kecelakaan pesawat saat melakukan perjalanan ke luar negeri. Peristiwa ini merubah hidup Abby karena merasa kehilangan kakak yang selama ini menjadi penyemangat hidupnya.

Melankolia merupakan Garapan sutradara Irfan Ramli diperankan sejumlah aktor muda seperti Ari Irham sebagai Abby, Aghninie Hague sebagai Indah, Taskya Namya sebagai Sephia. Selain itu ada Gunawan dan Marcelia Zalianty sebagai orangtua Indah dan Abby. Film ini dengan properti seperti di era 1990-an mengisahkan keluarga yang kehilangan salah satu anggotanya akibat kecelakaan pesawat. Di mana keluarga tersebut tidak bisa melihat jenazahnya.

BACA JUGA : Sekolah Film Kulonprogo Sukses Produksi 4 Film Pendek

“Kenapa saya memilih pesawat? Saya ingin cerita tentang kehilangan yang enggak dapat orangnya, misal kalau saya punya kakak kecelakaan mobil [meninggal], saya masih bisa lihat jasadnya. Lebih pada orang hilang sebenarnya, dalam kasus kecelakaan pesawat tidak semua orang bisa ditemukan. Saya membayangkan dia korban kecelakaan pesawat tidak berhasil ditemukan,” ungkap Ari Irfan di Empire XXI Jogja, Kamis (11/12/2020).

Meski demikian Ari Irfan tidak secara khusus mengambil suatu peristiwa fakta kecelakaan pesawat tertentu. Ia hanya melakukan setting cerita tersebut kecelakaan pesawat sehingga ada berbagai tahapan cerita mulai dari informasi jatuhnya pesawat evakuasi korban hingga ke persoalan hukum di mana pihak keluarga enggan menandatangani kompensasi. Pihaknya lebih dahulu melakukan riset tentang kondisi terakhir korban kecelakaan pesawat di mana keluarga harus menandatangani surat pernyataan tidak lagi memiliki hak untuk menuntut.

“Ketika keluarga korban menandatangani dikasih sekian untuk kompensasi, maka di film ini keluarganya lebih tepatnya ibu bersikap lebih dari sekedar kompensasi, sehingga dia menolak untuk tandatangan. Hal ini sepotong saya selipkan, bahwa ada fungsi yang seringkali dilupakan oleh negara dalam hal kasus seperti ini,” katanya.

BACA JUGA : Sutradara Film AS Angkat Penelitian Mahasiswi Jogja

Film yang akan mulai tayang pada 24 Desember 2020 di bioskop ini diadopsi dari buku Generasi 90an karya Machella FP yang bercerita tentang anak muda mencari jati diri selalu menjadikan kakaknya sebagai sosok yang dikagumi. Para pemain berharap, film tersebut bisa diterima masyarakat dan menjadi awal yang baik untuk industri film yang ikut terdampak akibat pandemi. Mereka mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan saat menonton.

“Film ini sangat berbeda dengan film yang pernah saya ikuti sebelumnya, karakternya sangat berbeda,” ujar Ari Irham.