Ashanty Bakal Dilaporkan ke KPAI karena Dugaan Kasus Penelantaran Anak

Ashanty Bakal Dilaporkan ke KPAI karena Dugaan Kasus Penelantaran AnakAshanty saat wisuda. - Okezone/Sarah
07 Februari 2021 16:07 WIB Newswire Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -  Penyanyi Ashanty akan dilaporkan Abdul Hamim Jauzi, dari LBH Keadilan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) atas dugaan tindak penelantaran yang dilakukan Ashanty kepada anak angkatnya, Muhammad Putra.

Namun sebelum melaporkan hal tersebut, Abdul ingin melihat respons Ashanty. Dia menunggu klarifikasi istri Anang Hermansyah itu soal biaya pemutusan sekolah Putra di pesantren.

"Pertama saya melihat respon Ashanty seperti apa dulu. Ada tidak itikad baik untuk memberi keterangan," ungkap Abdul saat jumpa pres di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (6/2/2021).

Menurutnya, Ashanty tetap akan dilaporkan KPAI kalau tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Dia merasa Putra cukup dirugikan atas kasus ini.

"Ketika tidak ada [klarifikasi], ini ada hak pendidikan yang dirugikan. Putra ini dirugikan. Biasanya kita akan melaporkan ke KPAI," tuturnya.

Namun laporan bakal dilakukan, setelah mendapat persetujuan dari orang terdekat Putra.

"Tergantung nanti, saya juga mau bicara dengan kakaknya. Apa pun karena masih ada kakaknya. Meskipun saya sebagai warga negara bisa saja menggugat karena faktanya ada kebohongan," jelasnya.

"Saya merasa dibohongi Ashanty. Putra Ulang tahun diberi handphone, faktanya Putra tidak menerima," sambungnya lagi.

Bocah Viral

Sebelumnya, Putra adalah bocah yang viral di media sosial karena berjualan cilok di usia yang relatif masih kecil. Setelah heboh. Abdul dan rekan-rekannya pun berinisiatif menggalang dana pendidikan untuk Putra melalui KitaBisa.

Dana itu dikelola untuk keberlangsungan hidup Putra dan saudara kandungnya.

Dari situ Anang Hermansyah dan Ashanty pun menghampiri Putra dan mengatakan akan membiayai pendidikan Putra sebagai anak angkat. Hanya saja, pasangan selebritis tersebut tidak mengadopsi Putra secara hukum.

Karena dijanjikan akan dibiayai, Putra yang sebelumnya sekolah di SD di Jurangmangu, Ciputat, Tangerang Selatan dipindahkan ke sebuah pesantren di Bogor, Jawa Barat.

Hanya saja, kini pendidikan yang baru ditempuh selama satu semester tiba-tiba diputus secara sepihak oleh Ashanty.

Sumber : suara.com