Positif Covid-19, Uya Kuya Takut Meninggal Dunia

Positif Covid-19, Uya Kuya Takut Meninggal DuniaUya Kuya - Instagram @king_uyakuya
15 Februari 2021 15:37 WIB Mia Chitra Dinisari Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presenter Uya Kuya mengungkapkan pengalamannya sembuh dari Covid-19. Dia sempat tak sadarkan diri saat terinfeksi virus tersebut dan takut meninggal dunia.

"Saya berjuang antara hidup dan mati," ujarnya di kanal Youtube Uya Kuya TV.

Awal mulanya pada 10 Januari, dia merasa demam dan langsung merasa covid-19 dan mengatakan pada istrinya, Astrid.  Saat itu memutuskan tidak syuting. Setelah tes swab, dia dan istrinya positif Covid-19.

Selanjutnya, dia langsung tes CT Scan dan darah, dimana hasilnya bagus. Saat itu dia isolasi mandiri di apartemen. Namun saat isolasi mandiri demamnya sangat tinggi hingga 40 derajat celcius.

Tapi, satu malam, tiba-tiba Uya jatuh dan berteriak memanggil istrinya. "Matanya tiba-tiba ke atas, pucat dan jatuh tak sadarkan diri," cerita istrinya, Astrid.

Saat dicek, suhu tubuhnya 39 derajat lebih. Mereka menghubungi dokter tetapi dokter tidak bisa dikunjungi. Uya Kuya kemudian diberi obat penurun panas.

Keesokan harinya dokter datang dan Uya Kuyadiinfus. Namun ketika saturasi oksigen di bawah 90, Uya Kuya diharuskan dirujuk ke RS. Yang menyedihkan, dia mengaku sempat tidak mendapatkan RS, namun tak lama dapat kamar di RS.

"Saat itu saya tidak sadar apa yang terjadi. Saya hanya ingat 1 hingga 2 hari, ternyata sudah 5 hari di RS," ujar Uya.

Dia memaparkan virus itu menyerang lambungnya. Dia tidak bisa makan seringkali muntah. Istrinya pun ikut dirawat meskipun OTG karena untuk menjaganya juga.

"Ini penyakit yang kejam bukan yang biasa-biasa saja, jadi harus waspada," tutur Uya.

Uya bahkan mengatakan 3 hari setelah CT scan pertama kondisinya paru-parunya sudah penuh kabut artinya virus sudah menyebar.

Selain mereka berdua, dua orang pekerja rumah tangga juga dinyatakan positif. Tak lama kemudian, anak lelaki pertamanya Nino Kuya juga ternyata positif covid-19.

Uya mengaku sempat stres karena memikirkan anak perempuannya yang harus tinggal sendirian di rumah, karena anggota keluarga yang lain harus dirawat di RS dan isolasi mandiri di rumah mereka yang lain.

"Bahkan istri saya sempat negatif tapi enggak lama kemudian dinyatakan positif lagi. Saat itu saya bahkan ketakutan akan meninggal dunia," ujar Uya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia