BCL Ungkap Beratnya Kehilangan Mendiang Ashraf Sinclair

BCL Ungkap Beratnya Kehilangan Mendiang Ashraf SinclairBCL dan Daniel Mananta
16 Februari 2021 06:37 WIB Mia Chitra Dinisari Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Setelah nyaris setahun Ashraf Sinclair meninggal dunia, istrinya Bunga Citra Lestari akhirnya mau terbuka soal perasaannya. Di kanal Youtube nya Its Me BCL, dalam podcast bersama Daniel Mananta, BCL mengungkapkan beratnya ditnggal suami tercintanya itu. 

Bahkan, BCL mengaku dirinya sudah kehilangan jiwanya. Pasalnya, dia mengatakan selama ini Ashraf benar-benar menjadi seseorang yang benar-benar diandalkan, menjaganya dan mengurus kehidupannya.

Bahkan, dia mengatakan dirinya yang sekarang, bukanlah BCL yang dulu lagi. "Aku tidak akan bisa senyum seperti dulu lagi, karena BCL yang sekarang adalah yang BCL yang reborn," ujarnya.

BACA JUGA : Akhirnya, BCL Ungkap Detik-Detik Meninggalnya Ashraf

Diapun mengatakan untuk melewati hari-hari berkabungnya, butuh bantuan self healing dari Reza Gunawan. Dalam 1 hari dia bisa menghabiskan 4 jam hanya untuk mengungkapkan perasaannya, atau bahkan terpaksa menelepon untuk konsultasi jika tiba-tiba merasa down.

"Tapi aku merasa tidak depresi, karena yang aku pelajari dari Reza adalah penerimaan. Acceptance. Jadi dari hari pertama aku di RS aku udah menerima. Gak ada nangis histeris," tuturnya.

Meski menerima, Bunga mengakui setiap pago harinya selalu dilalui dengan menangis di kamar mandi. Karena di kamar mandi pulalah biasanya dia dan Ashraf berbincang. Di corner masing-masing dalam kamar mandi, katanya.

Dia pun mengatakan sempat shock hingga tidak sadar sekitarnya selama sepekan pertama meninggalnya suaminya. 

"Sampai sekarang aku ga ingat jelas apa yang terjadi saat itu. Karena yang aku ingat cuma menjaga anakku, Noah. Aku ga tau siapa aja yang urus, siapa yang datangpun banyak yang lupa. Karena aku merasa shock," tuturnya sambil menangis.

Unge, begitu dia biasa disapa, juga menuturkan sejak Ashraf meninggal dia menjadi ketakutan kehilangan orang-orang yang dicintainya lagi.

"Ketika tidur malam, aku di tengah antara anak dan ibuku. Aku pegang tangan mereka. Dan setiap sekitar 15 menit aku bangun untuk memastikan mereka.masih bernapas. Karena itu juga akhirnya aku tidak bisa tidur," paparnya.

BACA JUGA : Tutup Tahun, Bunga Citra Lestari: 2020 Tidak Mudah

Hal terberat lain yang harus dihadapinya saat itu selain kehilangan suami, adalah bagaimana mengatakan pada anaknya bahwa ayahnya sudah meninggal.

BCL mengatakan dia berusaha tegar untuk anaknya, termasuk ketika pertama kali menyampaikan kabar duka itu. Kala itu dia tidak menangis. Anaknya Noahpun hanya mengatakan siapa nanti yang akan menemani ibunya jika ayahnya meninggal.

Juga, ada momen lain yang membuatnya terluka ketika Noah mengatakan mengapa ini harus terjadi pada dirinya. Di usianya yang baru 9 tahun harus kehilangan ayahnya.

"Yang aku jawab cuma karena kita kuat. Allah tahu kita kuat makanya dia memberikan ini," cerita BCL.

Mantan juri Indonesian Idol ini juga mengatakan selepas kepergian Ashraf dia memutuskan untuk mengenal dirinya sendiri, agar bisa melanjutkan hidup dan menjaga dirinya sendiri, seperti Ashraf menjaganya selama ini. Berusaha mencintai dirinya seperti Ashraf mencintai dirinya juga. 

Karena itulah selama delapan bulan lamanya dia menghindari dari kehidupan sosialnya dan hanya berada di rumah bersama anak, orang tua, adik, dan juga mertuanya yang datang ke Jakarta.

Selama itu pula dia selalu bersama anaknya dan merasakan kedekatan yang sangat besar. Ditambah lagi dengan adanya pandemi membuatnya rehat dari dunia pekerjaan untuk menghindari penyakit tersebut dan kbawatir membahayakan keluarganya.

Apalagi, dia sempat merasa sesak napas suatu kali ketika selesai tampil di luar kota. Dengan alasan-alasan tersebut akhirnya mereka menutup pintu rumahnya dari orang luar sementara waktu.

BCL juga mengenang sejumlah memorinya dengan sang suami. Menurutnya, Ashraf adalah suami yang sangat baik, sangat menghargainya bahkan untuk hal kecil. Pernah suatu ketika Ashraf mengucapkan terimakasih hanya karena BCL berdandan saat akan dinner bersamanya.

Diapun mengatakan Ashraf adalah lelaki yang bisa segalanya, sehingga dia dan timnya seringkali mengandalkannya.

Bahkan, Ashraf sengaja memutuskan mundur dari jabatannya di salah satu startup besar hanya untuk bersama keluarganya. "Saat itu aku merasa itu biasa saja, tapi ternyata itu big thing. Terutama untuk laki-laki dengan keegoannya," tuturnya.

BCL pun merasa menyesal karena selama ini dia seolah mengejar karirnya. Karena, jika saja dia tahu usia Ashraf tidak lama, maka dia ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersamanya. Walaupun, menurutnya diapun selalu membagi waktu antara pekerjaan dan keluarganya dengan baik, dan selalu punya waktu dengan mereka.

Baginya, Ashraf adalah bagian dari dirinya. Karena buat BCL menikah dengan Ashraf membuat dia merasakan cinta yang selama ini dirasanya sulit menjadi sangat mudah ketika bertemi Ashraf. Termasuk juga hidupnya yang sejak kecil struglling menjadi lebih mudah setelah ada Ashraf.

"Aku cuma mau semua orang tahu seperti apa dia, aku bangga dengannya. Dan aku merasa bersyukur bisa bersamanya selama 12 tahun ini. Karena aku tidak tahu mungkin saja aku tidak akan pernah lagi mendapatkan pasangan seperti dia. Bagiku dia yang terindah," ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia