Berisi Pesan Toleransi, Film Rumah di Atas Pasir Dilaunching

Berisi Pesan Toleransi, Film Rumah di Atas Pasir DilaunchingSejumlah pemuda berfoto bersama dalam launching film pendek Rumah di Atas Pasir. - Ist.
18 Maret 2021 09:47 WIB Sunartono Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah film pendek bertajuk Rumah di Atas Pasir dilaunching oleh kelompok yang menamakan diri sebagai Gerakan Sigap Sosial Kemanusiaan (Gassak) pada Kamis (17/3/2021). Film ini membawa pesan tentang toleransi antarsesama hingga pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di NKRI.

Ketua Umum Gassak Ahmad Fathoni menjelaskan film pendek ini berdurasi 10 menit, dengan waktu produksi sekitar enam yang dikerjakan oleh kalangan profesional di bidang perfilman. Menurutnya judul film Rumah di Atas Pasir memiliki makna yang dalam.

BACA JUGA : Toleransi di Jogja Dinilai Tak Mengakar di Masyarakat

Rumah yang dibangun di atas pasir tentunya akan lebih mudah runtuh, karena tidak memiliki fondasi yang kokoh. Hal ini untuk menggambarkan kondisi bangsa Indonesia yang multicultural dengan beragam latar belakang sehingga butuh suatu fondasi yaitu toleransi demi bersatunya aneka suku, bahasa, dan agama.

"Film yang disutradarai oleh M. Shodiq Sudarti ini mengisahkan tentang seorang yang sering bersikap intoleran. Namun, pandangannya berubah setelah musibah menimpa keluarganya. Sebab, bantuan justru datang dari golongan orang yang selama ini sering menerima perlakuan intoleran darinya,” terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (18/3/2021).

Ia berharap melalui film tersebut harapannya bisa memberikan pemahaman dan kesadaran bagi masyarakat tentang pentingnya membangun dan memupuk toleransi. Karena tanpa toleransi dikhawatirkan akan muncul anarkisme dan radikalisme.

BACA JUGA : TOLERANSI BERAGAMA : Ini Cara Warga Sorowajan Jalin Toleransi

Lewat media film diharapkan lebih bisa dipahami terutama kalangan anak muda. Ide pembuatan film ini berawal dari semangat dan kepedulian bersama terhadap pentingnya toleransi. Baik toleransi dalam perbedaan agama, suku, ras, maupun perbedaan pendapat. Maka, sangat penting untuk memupuk rasa tolerasi sejak dini.

“Kami juga memberikan apresiasi yang tinggi atas peran besar TNI-Polri dalam menjaga Kamtibmas menjadi lebih kondusif. Semua elemen bangsa memikul tanggungjawab menjaga toleransi. Hal ini, tidak bisa semata-mata diserahkan pada guru atau orangtua untuk melakukan peran tanggungjawab dalam memupuk toleransi,” ujarnya.

Ketua Aliansi Bela Garuda Totok Ispurwanto yang turut dalam pembuatan film itu sepakat bahwa toleransi harus dipupuk sejak dini karena menjadi aset bagi bangsa agar bisa terus bersatu. Dalam berbagai kesempatan ia berkolaborasi dengan banyak pihak termasuk Gassak untuk melakukan sosialiasi tentang kebangsaan dengan melakukan pencegahan radikalisme dan intoleransi.

“Suasana yang kondusif ini sebaiknya terus kita jaga bersama-sama. Sudah menjadi kewajiban bagi seluruh masyarakat untuk menjaga toleransi dan persatuan, kesatuan, agar hidup damai rukun bisa terus terjalin,” ujarnya.