Radio Geronimo, Setengah Abad Menemani Hidup Kanca Muda

Radio Geronimo, Setengah Abad Menemani Hidup Kanca MudaAcara potong tumpeng di agenda perayaan ulang tahun ke-50 Geronimo di Kantor Radio Geronimo di kawasan Gayam, Jogja, Senin (31/5/2021). - Harian Jogja - Ist
31 Mei 2021 18:57 WIB Galih Eko Kurniawan Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Siapa anak muda gaul, yang tentu saja asli Jogja, tidak kenal radio Geronimo? Sudah tentu mereka akan mengenalnya. Minimal, sudah pernah mendengar siaran radio yang terkenal dengan slogannya, love Jogja and you.

Tak terasa, tepat pada 31 Mei 2021, Geronimo berusia setengah abad alias 50 tahun. Masih terekam jelas di ingatannya, Senator Bambino alias Bambang Widjatmoko, mengaku awalnya radio itu bernama Gembel Rapi. Singkatan dari gemar belajar rajin berpikir.

Sampai akhirnya pada 1971 lahirlah Geronimo yang juga singkatan dari Gerha Rowang Nissreyasa Modana. Meskipun, sebenarnya Geronimo mengambil nama dari seorang kepala suku di Apache Indian.

“Ketika sekarang sudah 50 tahun, saya sangat bangga. Sejak nama berubah jadi Geronimo, radio ini memang untuk anak muda dan itu terjaga sampai sekarang,” ungkap Bambino dalam sambutannya di acara potong tumpeng ulang tahun Geronimo di Kantor Radio Geronimo di kawasan Gayam, Jogja, Senin.

Berbicara melalui aplikasi pertemuan, Direktur Utama PT. Radio Geronimo, Rafika Duri, menuturkan tema ulang tahun emas kali ini adalah Viva Geronimo untuk mengukuhkan keberadaan Geronimo yang selalu ada untuk semua, berdiri bersama melangkah ke depan ke arah yang lebih baik.

Marketing Manager Geronimo FM, Helly. B, memaparkan selama 50 tahun mengudara, Geronimo memang mengkhususkan diri untuk didengar para anak muda. Tak heran bila para penyiar memanggil para pendengar dengan kanca muda.

“Kuncinya yakni selalu mengikuti perkembangan zaman. Program-program siaran juga diubah namanya menyesuaikan perkembangan zaman. Penyiar sebisa mungkin tidak kaku dalam berinteraksi dengan pendengar,” ungkapnya.

Di usia emas sekarang, Helly menilai generasi emas Geronimo terjadi pada era 80-90. Zaman ketika komunitas yang menginduk di Geronimo tumbuh subur bahkan para pendengar sering datang dan berkumpul di Geronimo.

Bagi Sonny Kusuma Yuliarso alias Senator Valentino, salah satu pendiri Geronimo, radio pertama di Jogja yang mengudara di jalur FM ini membutuhkan kebersamaan seluruh orang agar Geronimo bisa tumbuh terus.

“Tetap menjaga kekompakan, kebersamaan dan loyalitas. Terutama di masa sekarang agar bisa bangkit lagi seperti di masa-masa sebelum pandemi,” ucapnya melalui aplikasi obrolan saat acara potong tumpeng berlangsung.