Cara Hasoe Angels Kelola Bisnis Hiburan di Tengah Pandemi

Cara Hasoe Angels Kelola Bisnis Hiburan di Tengah PandemiPenampilan Hasoe Angels dalam Instagram Live belum lama ini. - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
26 Juni 2021 20:07 WIB Bernadheta Dian Saraswati Hiburan Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Berbagai bentuk pertunjukan mendadak berhenti karena pandemi Covid-19. Termasuk aksi panggung grup electone asal Jogja, Hasoe Angels. Bagaimana mereka mengobati kerinduan para penggemar? Berikut ini laporan wartawan Harian Jogja Bernadheta Dian Saraswati.

Riuh tepuk tangan penonton seketika hilang di depan mata. Jingkrak-jingkrak para fan berat di depan panggung pun sirna. Yang tertinggal hanyalah harapan agar segera ada. Ada Hasoe Angels yang kembali ke atas panggung, menghibur penonton dengan segala ciri khasnya yang ngangeni.

Begitulah kira-kira harapan para fans Hasoe Angels yang terus memenuhi isi Direct Message atau DM ke manajemen grup electone yang berdiri sejak 2008 itu.

Setahun lalu, tepatnya Maret 2020, pesan di media sosial baik Instagram hingga Facebook hanya berisi pertanyaan "kapan Hasoe mulai manggung lagi".

Biasanya, grup berbasis organ tunggal yang dimainkan Hadi Soesanto atau populer dipanggil Hasoe ini sering tampil di berbagai panggung hiburan, salah satunya klub malam. Ia selalu ditemani biduan-biduan atau angels yang berkostum tematik. Ada yang berpakaian perawat, pramuniaga salah satu toko jejaring, dan masih banyak lagi.

Hasoe sendiri seringnya bergaya kakek tua dengan kostum polisi warna-warni. Ia memainkan organ, mengiringi biduan bernyanyi dan berjoget maut di atas panggung.

Namun pandemi yang menerpa hampir 1,5 tahun lalu di Jogja, telah mengubah segalanya. Mendadak, event luar kota banyak yang dibatalkan. Rencana Hasoe Angels keliling Jawa Tengah batal. Lebih dari 10 jadwal manggung yang sudah masuk agenda urung, termasuk undangan di hajatan pernikahan.

"Tim, singer kaget karena [kegiatan manggung] langsung mandek grekk," kata pria 53 tahun itu pada Harian Jogja belum lama ini.

Sekitar  puluhan juta potensi pemasukan yang sudah di depan mata, menguap begitu saja. "[Bayarannya] Tergantung. Angelsnya berapa. Kalau misal tiga ya sekitar Rp6 [juta]," katanya.

Namun Hasoe tak berdiam diri. Satu bulan berselang, tepatnya April 2020, ia dan tim bangkit lagi. Ia memanfaatkan platform media sosial untuk mengekspresikan kembali talenta musiknya untuk menghibur para fan yang sudah menanti, serta memberikan penghidupan bagi penyanyi yang bergabung bersamanya. "Saya ingat, saya bawa anak-anak [angels dan tim]," kata bapak dua anak itu.

Segenap ide dan gagasan dituangkan bersama hingga akhirnya Hasoe Angels tampil kembali di muka penggemar. Namun, kali ini tidak secara langsung tetapi melalui pertunjukan online di Instagram Live, Facebook, maupun YouTube.

Keberuntungan seakan berpihak pada grup electone yang memiliki 450.000 follower IG dan 5.000 follower di Facebook ini. Bagaimana tidak? Di masa pandemi ini, Hasoe justru kerap diundang perusahaan-perusahaan top untuk mengisi acara. "Perusahaan otomotif [paling banyak mengundang]. Kalau klien baru ada properti dan juga komunitas," kata Hasoe.

Setidaknya dalam sebulan, ia bisa mengisi tiga kali. Tentu dengan tarif manggung pandemi. "Harga pandemi selisih separuhnya lah [lebih murah dari harga sebelum pandemi]," katanya.

Namun menurutnya bayaran itu setara dengan waktu manggung dan jumlah singer yang ikut tampil. Jika saat normal, Hasoe Angels manggung selama 1,5 jam, di medsos ia hanya butuh waktu satu jam dengan satu singer.

"Lagunya juga cuma enam. Itu saja diselingi pengenalan produk dan juga kuis," kata Hasoe.

Bedanya lagi, para angels yang biasa tampil seksi, akan berpakaian tertutup saat manggung online. "Karena menjaga nama perusahaan ya. Kalau di klub-klub enggak banyak tuntutan. Arep nganti njengking-njengking yo sekarepmu [mau bergaya sampai nungging-nungging, ya terserahmu]," kata alumnus Seni Rupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja ini.

Hasoe tak berkecil hati dengan tuntutan-tuntutan itu. Semuanya dilakukan demi menyambung hidup tim dan juga 69 angels yang selama join bersamanya.

Hingga saat ini, Hasoe Angels sudah menghibur di berbagai daerah di Indonesia seperti Papua dan juga Kalimantan. Pernah juga di Hong Kong dan Jepang.

Pria yang tinggal di Gamping, Sleman, ini mengaku belum semua daerah bisa ia kunjungi. Dan dengan manggung secara daring seperti sekarang ini, ia pun bisa menghibur penggemar di luar kota yang belum pernah dijamahnya.

Kendati demikian, pertemuan dengan para fans secara langsung tetap ia rindukan. "Setidaknya [kalau ketemu langsung], crowded-nya kepegang," ujarnya.