Tak Ciptakan Lagu Nasionalisme, Armand Maulana: Ngeri Kalau Pesannya Tak Sampai

Tak Ciptakan Lagu Nasionalisme, Armand Maulana: Ngeri Kalau Pesannya Tak SampaiArmand Maulana dan Dewi Gita menjelang konser 1 Hati 1 Cinta. - Suara.com/Sumarni
17 Agustus 2021 09:07 WIB Newswire Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-Musisi Armand Maulana memiliki alasan mengapa hingga kini ia belum berencana membuat lagu bertema nasionalisme, baik untuk proyek solo maupun bersama bandnya, GIGI.

Menurut dia, ada tantangan tersendiri dalam membuat lagu tema nasionalisme. Pesan yang disampaikan di lagu kata dia harus sampai.

"Sebetulnya gampang-gampang sulit ya. Menciptakan lagu yang liriknya bukan cinta itu memang susah. Ngeri juga kita ngeluarin lagu nasionalisme atau lagu kritik sosial terus tiba-tiba pesannya nggak sampai," kata Armand Maulana dilansir dari Antara, Senin (16/8/2021).

Ayah satu anak ini tak menampik lagu-lagu bertema cinta bakal lebih mudah dicerna. Sebab banyak yang merasa terwakili lewat lagu tersebut.

"Semua orang mengalami cinta. Yang udah tua aja bisa tetap jatuh cinta apalagi anak-anak muda. Jadi, pasti lirik itu akan lebih diterima," ujar Armand Maulana.

Selain lirik, aransemen lagu bertema nasionalisme juga harus tetap diperhatikan. Salah satunya, dengan tetap mempertahankan rasa yang pop di dalam lagu-lagu tersebut.

Baca juga: Atta Halilintar Gandeng Istri, Mertua hingga Menteri Rilis Lagu This Is Indonesia

Armand lantas mencontohkan beberapa lagu bertema tersebut yang sukses. Lagu itu antara lain "Bendera" milik grup band Cokelat, "Dari Mata Sang Garuda" milik Pee Wee Gaskins, dan "Garuda di Dadaku" milik Netral.

"Lagu 'Bendera' dari Cokelat, itu kan mengenai nasionalisme. Lagunya enak, aransemennya pas. Jadi sekarang lagu itu tiap 17 Agustus kayak lagu kedua setelah Indonesia Raya," kata suami Dewi Gita ini.

"Nah harusnya digarap seperti itu, tetap dengan jiwa muda, sense of pop yang kuat. Effort-nya memang lebih susah saat membuat lagu itu," ujar dia lagi.

Sumber : Antara