Begini Kronologi Deddy Corbuzier Kena Badai Sitokin

Begini Kronologi Deddy Corbuzier Kena Badai SitokinDeddy Corbuzier - Youtube
26 Agustus 2021 16:27 WIB Rika Anggraeni Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Mentalis sekaligus youtuber Deddy Corbuzier mengungkapkan kronologi bisa mengalami badai sitokin setelah positif Covid-19. Hal tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melalui unggahan video podcast di kanal YouTube Deddy Corbuzier, Rabu (25/8/2021).

Pria kelahiran Jakarta ini mengaku sempat terinfeksi positif Covid-19 selama dua pekan sebelum mengalami badai sitokin. Namun, di pekan kedua Deddy mengalami demam tinggi hingga 41 derajat Celcius dan memutuskan untuk menjalani tes CT toraks.

Setelah menjalani tes CT toraks, hasil menujukkan terdapat beberapa kerusakan dalam tubuhnya. Ground glass opacity atau GGO dalam tubuh Deddy mengalami kerusakan di persentase 30 persen

“Panas 41 [derajat], cek CT toraks, GGO saya 30 [persen], besoknya lebih parah [kerusakannya],” papar Deddy Corbuzier kepada Menkes Budi Gunadi Sadikin seperti dikutip, Kamis (26/8/2021).

Besoknya, sambung Deddy, hasil dari tes CT toraks naik menjadi 60-70 persen. Hal ini membuat Deddy harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Pada saat bertemu dokter Gunawan, Deddy baru mengetahui dirinya terkena badai sitokin.

“Dokternya bilang jadi kalau saturasinya masih segini [97 persen], masih bisa dirawat,”

Dengan saturasi yang masih tinggi, yakni 97 persen, membuat Deddy tidak dilarikan ke ICU dan tidak dipasang ventilator atau alat bantu pernapasan. Kondisi yang semakin parah membuat saturasi dalam tubuhnya menurun. Namun, kadar oksigen dalam tubuhnya masih normal, yaitu 95 persen.

“Dokter ngomong kayaknya ini cadangan oksigen di tubuhnya banyak, karena olahraga dulu karena latihan. Ternyata nolong, dan tidak ada komorbid ternyata nolong,” katanya.

Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Deddy diberikan obat parasetamol untuk menurunkan panas. Deddy mengaku saat terkena badai sitokin dirinya mengalami suhu panas yang tidak menentu, tidak bisa berdiri, hingga mengalami vertigo parah.

“Panas sudah enggak karuan, berdiri sudah enggak bisa. Berdiri itu vertigo, muter pusing, panas naik turun. Badan tuh kayak diigebukin, cuma satu-satunya penyelamat saya napas masih bisa,” ungkapnya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com