4 Film Indonesia Masuk Seleksi Festival Film Busan 2021

4 Film Indonesia Masuk Seleksi Festival Film Busan 2021Festival Film Busan - JIBI/Bisnis.com
18 September 2021 09:07 WIB Aliftya Amarilisya Hiburan Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Festival Film Internasional Busan (BIFF) kembali digelar pada 6-15 Oktober 2021 mendatang.

Berbeda dari tahun 2020 lalu, di mana penyelenggara tidak mengadakan upacara pembukaan maupun penutupan serta tak mengundang sineas dari luar negeri, pada kesempatan kali ini Direktur Program BIFF, Huh Moon-young, memutuskan sebaliknya.

"Saya dapat mengatakan bahwa upacara pembukaan tahun ini akan diadakan secara normal. Kami telah melakukan pembicaraan dengan otoritas kesehatan setempat dan hampir mencapai kesepakatan untuk mengadakan acara pembukaan [secara] offline," ucap Huh Moon-young, dikutip dari Yonhap, Jumat (17/9/2021).

Sementara itu, dikutip dari Antara, total film yang diundang dalam BIFF ke-26 ini berjumlah 223 film. Angka tersebut turun dibandingkan edisi pra-pandemi 2019 yang mana berjumlah 303 film. Namun, sedikit lebih banyak ketimbang tahun 2020 yang mana hanya melibatkan 192 film.

Menariknya, dari 223 film tersebut terdapat empat film Indonesia yang terseleksi masuk ke dalamnya. Nah, apa saja ya? Berikut rinciannya.

1. Penyalin Cahaya
Karya Wregas Bhanuteja ini lolos seleksi masuk ke Busan International Film Festival untuk program New Currents. Dikutip dari Antara, Wregas mengatakan jika film tersebut lahir dari pengamatannya atas realitas tentang banyak penyintas kekerasan seksual yang tidak mendapat ketidakadilan.

Adapun artis peran yang terlibat dalam film ini adalah Shenina Cinnamon, Chicco Kurniawan, Luthesa, Jerome Kurnia, dan Dea Panendra.

2. Laut Memanggilku
Film pendek garapan Tumpal Tampubolon ini terseleksi masuk ke kompetisi film pendek di BIFF dalam program Wide Angle. Ia berangkat dari rasa kehilangan dan berkisah tentang kerinduan yang dirasakan oleh seorang anak kecil.

"Melalui film ini saya memikirkan ulang makna dari sentuhan, bagaimana selama ini sentuhan dari orang-orang dan makhluk hidup lainnya, telah membentuk, merawat, mengobati, dan menemani saya. Saya belajar bahwa saya tidak sendirian,” kata Tumpal.

3. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
Film yang disutradari oleh Edwin ini merupakan adaptasi dari novel Eka Kurniawan dengan judul yang sama. Sebelumnya film ini telah berhasil meraih Golden Leopard di Locarno International Film Festival pada Agustus lalu. Pada kompetisi BIFF ia terseleksi masuk ke program A Window on Asian Cinema.

Adapun Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas sendiri berkisah tentang Ajo Kawir, seorang jagoan yang tak takut mati, namun mengalami impoten. Diketahui, film ini dibintangi oleh Ladya Cheryl, Marthino Lio, Reza Rahadian, Ratu Felisha, dan Sal Priadi.

4. Yuni
Film besutan sutradara Kamila Andini ini sebelumnya telah terpilih untuk berkompetisi di Toronto International Film Festival yang diadakan September ini. Kisah film tersebut terinspirasi dari karya Sapardi Djoko Damono berjudul Hujan di Bulan Juni, hujan yang jatuh di musim yang tidak tepat. Sama dengan Seperti Dendam, Yuni juga terseleksi masuk ke program A Window on Asian Cinema.

"Saya membangun karakter Yuni sebagai seorang remaja yang dipaksa untuk dewasa tidak pada waktunya. Seorang remaja yang penuh mimpi, dengan media sosial saat ini yang menunjukkan dunia ada di genggamannya, tetapi yang harus dipikirkannya adalah menghadapi lamaran dan menikah. Saya mendengar begitu banyak cerita tentang gadis remaja yang punya potensi dan prestasi tapi harus gagal karena pernikahan, dan saya merasa perlu untuk membicarakan isu ini," kata Kamila.

Sumber : JIBI/Bisnis.com